Kompas.com - 06/12/2017, 07:10 WIB
TEH TRADISIONAL --Pengelola UKM menunjukkan teh tradisional asal Kemuning yang sudah dikemas dan siap dijual di Festival Teh di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (12/11/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiiTEH TRADISIONAL --Pengelola UKM menunjukkan teh tradisional asal Kemuning yang sudah dikemas dan siap dijual di Festival Teh di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (12/11/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Jika kopi indonesia begitu terkenal di dunia, seperti arabika dari Toraja, robusta dari Lampung, hal tersebut bertolak belakang dengan teh Indonesia.

Teh Indonesia hanya menjadi bahan campuran beberapa teh kualitas menengah di dunia. Padahal daerah produksi teh di Indonesia membentang mulai dari Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Belanda juga mewariskan kebun-kebun teh terbaiknya di Indonesia. Seperti Malabar di Jawa Barat, dan Pagilaran di Jawa Tengah. 

(Baca juga : Sensasi Minum Teh Kulit Salak di Tengah Kebun Salak)

Menurut Bambang Larensolo, seorang praktisi teh, yang juga seorang Tea Sommelier, kini teh Indonesia masih dalam tahap pengajuan-pengajuan identitas geografis.

Jadi dari berbagai daerah penghasil teh, masih mengategorikan ciri khasnya dibanding kebun daerah lain, untuk jadi identitas.

“Orang baru mulai berpikir untuk pakai geografic identical. Tapi masalahnya teh Indonesia beda tipis karakternya dari masing-masing daerah. Walaupun ada juga jenis yang memiliki perbedaan yang signifikan,” katanya kepada KompasTravel di sela acara SIAL Interfood Kamis (23/11/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petani Kebun Teh Kertowono tengah memetik pucuk daun teh pada suatu pagi, Senin (10/5/2017). Perkebunan Teh Kertowono berdiri sejak tahun 1910.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Petani Kebun Teh Kertowono tengah memetik pucuk daun teh pada suatu pagi, Senin (10/5/2017). Perkebunan Teh Kertowono berdiri sejak tahun 1910.
Menurut Bambang hal ini terjadi karena hampir semua kebun teh kini mengembangkan bibit yang sama. Yaitu dari daerah Gambung, Jawa Barat. 

“Jadi karakter asli dari teh-teh lokal yang telah lama tumbuh, luntur. Karena karakter khusus itu kan terbentuk bukan dari waktu sekejap. Kalau dulu ia masih banyak (karakter khas),” tuturnya.

(Baca juga : Jokowi, Obama, Bakso, dan Teh Hangat...)

Hal ini ternyata bukan yang pertama kali atau baru saja terjadi. Sejak dahulu, pembibitan berasal hanya dari satu sumber dan serempak. Seperti di tahun 1990-an menggunakan bibit dari Sri Lanka, yaitu TR1.

Alhasil, lanjut Bambang, jadi sulit memetakan karakter atau ciri khas teh Sumatera seperti apa, teh Jawa Barat seperti apa, dan yang lainnya. Namun, ada beberapa daerah yang sudah memiliki karakter kuat di Indonesia, yakni teh hijau dari Pulau Bangka, teh dari Malabar, Jawa Barat, dan teh dari Simalungun, Sumatera Utara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Travel Update
Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Travel Update
Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.