Kompas.com - 10/12/2017, 15:28 WIB
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak akhir November, ada dua panda yakni Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang sudah di karantina Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.

Nah, kabar baiknya, para wisatawan sudah dapat melihat kedua panda tersebut di sana.

“Sudah kok (dibuka untuk umum). Panda sudah bisa dilihat dan difoto sejak 26 November 2017,” kata Group Head Marketing Taman Safari Indonesia Triyoba Nataria saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (9/12/2017).

(Baca juga: Sebelum Lihat Langsung, Ini 5 Fakta Tentang Panda yang Wajib Diketahui)

Triyoba menjelaskan, pihak Taman Safari Indonesia belum melakukan grand launching untuk Istana Panda. Ada bebeberapa hal yang belum sesuai rencana sehingga grand launching belum dapat dilaksanakan.

“Tapi, ada rangkaian PM China datang tanggal 26 November kemarin, cuma mereka saja yang datang. Belum grand launching, tapi sudah official dibuka. Dalam arti trial-nya sudah official sampai menggungu (grand launching),” kata Triyoba.

Seekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Seekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini.

Tak hanya melihat kedua panda di Istana Panda, para wisatawan juga diperbolehkan memfoto panda tersebut.

Dengan demikian, Triyoba berharap  pada Desember dapat dilangsungkan grand launching Istana Panda di Taman Safari Indonesia.

(Baca juga : Ini Panda Cai Tao dan Hu Chun, Mana yang Paling Menggemaskan?)

Selain itu, dia juga berharap adanya panda di Taman Safari isa memajukan pariwisata Indonesia.

“Pasti yang jelas kita sebagai negara ke-16 yang dapat panda, nggak semua negara dapat panda. Jadi kita berharap pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Barat, dapat meningkat. Enggak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk lihat panda karena di Indonesia sudah ada,” kata dia.

Seorang pengunjung berpose di dekat patung replika dua panda raksasa asal China di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 iniKOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Seorang pengunjung berpose di dekat patung replika dua panda raksasa asal China di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini

Adapun kedua panda yang ada di Taman Safari Indonesia adalah Cai Tao yang lahir pada 4 Agustus 2010 di China Conservation and Research Centre for Giant Panda Ya'an Bifengxia Base. Ayah dari panda jantan ini bernama Yuan Yuan dan ibunya adalah Na Na.

(Baca juga: Serunya Menengok Panda, Hewan Menggemaskan di Taman Safari)

Sementara Hu Chun lahir pada 8 November 2010 di tempat yang sama dengan Cai Tao. Ayah Hu Chun adalah Wu Gang dan ibunya bernama Ye Ye.

Kedua panda ini diharapkan bisa mempunyai anak selama berada di Indonesia. Pasangan panda raksasa ini akan tinggal di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, selama 10 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.