Jangan Lakukan Ini Saat Melihat Panda di Taman Safari

Kompas.com - 10/12/2017, 18:05 WIB
Seekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISeekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com — Bersemangat mengunjungi sepasang panda asal China di Taman Safari Indonesia? Boleh saja, asal ada beberapa hal yang harus dipatuhi saat Anda melihat panda.

“Walau kaca yang dibuat tebal di sana, diharapkan (pengunjung) jangan berisik,” kata Group Head Marketing Taman Safari Indonesia Triyoba Nataria kepada KompasTravel saat dihubungi, Sabtu (9/12/2017).

(Baca juga: Asyik! Sekarang Wisatawan Bisa Melihat Panda di Taman Safari)

Sebab, jika suasana terlalu berisik, hal itu  bisa mengganggu kondisi panda. Pengunjung juga dilarang memberikan makanan pada panda juga buang sampah sembarangan.

“Takutnya kalau ada sampah nanti dia (panda) makan, bahkan kalau dimakan, akibatnya bisa-bisa fatal, (panda) mati. Kalau mati kan bahaya sekali,” kata dia.

Triyoba juga mengatakan, saat para pengunjung melihat panda, nantinya akan selalu ada penjaga yang mengawasi sambil memberikan peringatan kepada para pengunjung. Hal itu termasuk tidak memberikan makanan pada panda.

Patung replika dua panda raksasa asal China dengan latar rancangan arsitektur dan taman bertema budaya oriental di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 iniKOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Patung replika dua panda raksasa asal China dengan latar rancangan arsitektur dan taman bertema budaya oriental di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini

Sementara itu, pengunjung yang ingin memfoto panda itu kini sudah diperbolehkan. Lagi-lagi ada syaratnya, yaitu tidak diperkenankan foto menggunakan kilat atau flash.

(Baca juga: Handphone Harap Di-Silent dan Jangan Lakukan Ini di Kandang Panda!)

Adapun kedua panda yang ada di Taman Safari Indonesia yakni Cai Tao lahir tanggal 4 Agustus 2010 di China Conservation and Research Centre for Giant Panda Ya'an Bifengxia Base. Ayah dari panda jantan ini bernama Yuan Yuan dan ibunya adalah Na Na. Berat Cai Tao saat ini mencapai 127 kilogram.

Sementara Hu Chun lahir pada 8 November 2010 di tempat yang sama dengan Cai Tao. Ayah Hu Chun adalah Wu Gang dan ibunya bernama Ye Ye.

Kedua panda ini diharapkan bisa mempunyai anak selama berada di Indonesia. Pasangan panda raksasa ini akan tinggal di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, selama 10 tahun.

Untuk bisa melihat keduanya, pengunjung bisa langsung datang ke Istana Panda di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor. Biaya untuk tiket terusan dewasa Rp 230.000. Sementara itu, Istana Panda dapat dikunjungi mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X