Kompas.com - 11/12/2017, 22:12 WIB
Asap dan abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Agung pascaletusan freatik kedua, terpantau dari Desa Culik, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAAsap dan abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Agung pascaletusan freatik kedua, terpantau dari Desa Culik, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku pariwisata menganggap dampak erupsi Gunung Agung, Bali, lebih besar dibandingkan peristiwa tragedi Bom Bali tahun 2002. Hal itu disebutkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra.

“Cukup memprihatinkan di Bali sampai saat ini (okupansi hotelnya), begitu bandara ditutup dampaknya lebih berat dibandingkan dengan bom Bali,” terangnya setelah meluncukan portal reservasi online bookingina.com, di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Belum pulihnya pariwisata Bali pasca erupsi Gunung Agung membuat industri hotel semakin lesu. Haryadi mengatakan penurunan okupansi di Bali sepanjang erupsi Gunung Agung cukup banyak, meski belum mendapat laporan secara pasti.

Baca juga : Buktikan Bali Aman, Para Turis Selfie Berlatar Gunung Agung

Menurut Haryadi, tidak mudah meyakinkan wisatawan mancanegara (wisman) dalam hal keamanan. Karena menurutnya, erupsi Gunung Agung belum diketahui kapan berakhir.

“Mulai dari penutupan bandara, travel warning dari beberapa negara, hingga penghapusan insurance travel, amat sangat berdampak bagi kami,” katanya.

Airline Counter yang melayani pelayanan Reschedule Penumpang Internasional, sebagai antisipasi Erupsi Gunung Agung di Bandara I Gusti Ngurahrai Bali, Senin, (27/11/2017).Agkasa Pura I Airline Counter yang melayani pelayanan Reschedule Penumpang Internasional, sebagai antisipasi Erupsi Gunung Agung di Bandara I Gusti Ngurahrai Bali, Senin, (27/11/2017).
Menurut Haryadi, pemulihan industri pariwisata pada saat Bom Bali tahun 2002 silam lebih cepat dibanding bencana alam Gunung Agung. Hal tersebut dikarenakan waktu letusan yang tidak bisa diprediksi dari gunung tertinggi di Bali tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agung Yuniarta juga senada dengan Haryadi. Ia mengatakan penanganan peristiwa tragedi Bom Bali lebih cepat ditangani dibandingkan erupsi Gunung Agung.

"Ini situasinya beda dengan Bom Bali. Bom meledak, duar, kita bisa langsung tangani. Gunung Agung itu sulit kita tangani. Kalau bom itu lebih cepat kita recovery. Kan jelas, ini bisa langsung kerja. Kalau Gunung Agung, ini kadang ngebul, kadang enggak. Ini kesulitan untuk menyakinkan wisatawan. Ini Gunung Agung kondisi masih awas. Menimbulkan rasa takut orang yang ingin datang. Menghilangkan rasa takut itu yang problem," kata Agung saat dihubungi KompasTravel, Senin (11/12/2017).

Baca juga : 5 Destinasi di Bali yang Aman dari Dampak Letusan Gunung Agung

Menurutnya, berbagai cara telah dilakukan oleh pihak pariwisata Bali untuk memulihkan kondisi. Beberapa cara yang dilakukan adalah mengadakan acara-acara pariwisata.

"Kami coba dengan festival, touring. Kami viralkan ke orang asing. I'm in Bali. Semua dengan segala cara. Kami harus promosikan Bali," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.