Erupsi Gunung Agung, Okupansi Hotel Sentuh Angka 15 Persen

Kompas.com - 12/12/2017, 17:00 WIB
Sejumlah warga menikmati liburan dengan latar belakang Gunung Agung meletus, di Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter. ANTARA FOTO / NYOMAN BUDHIANASejumlah warga menikmati liburan dengan latar belakang Gunung Agung meletus, di Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Yuniartha Putra mengatakan okupansi hotel di Bali menyentuh angka 15 persen akibat dari erupsi Gunung Agung. Jumlah tersebut berdasarkan data yang diterima dari rekan-rekan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Wilayah Bali.

" Okupansi hotel 15-20 persen," kata Agung saat dihubungi KompasTravel, Senin (11/12/2017).

Ia mengatakan angka okupansi hotel tersebut merupakan jumlah rata-rata di seluruh Bali tak hanya di Kabupaten Karang Asem. Menurutnya, jumlah hotel di Bali saat ini lebih dari 5.000 hotel.

(Baca juga : Pelaku Pariwisata Sebut Dampak Erupsi Gunung Agung Melebihi Bom Bali)

"Semenjak penutupan bandara itu, mereka kan keluar semua dari Bali. Gak ada yang masuk. Oleh karena itulah okupansi hotel kecil," katanya.

Sejak penutupan dan pembukaan Bandara Ngurah Rai, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk tak pernah lebih dari 9.000 orang. Hal itu diungkapkan oleh Agung.

"Dari dibuka airport (Ngurah Rai) itu, yang biasanya kejadian erupsi. Biasanya Bali dikunjungi 15.000 wisman. Habis dibuka, itu ada 3000 wisman, 4000, 5000. Tanggal 5 Desember sempat 9000. Sekarang 9000 wisman dari data saya," ujar Agung.

Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.  ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan pemesanan hotel (reservasi) di Bali turun akibat adanya erupsi Gunung Agung. 

Bahkan, lanjut dia, penuruan pemesanan hotel akibat Gunung Agung lebih parah, dibandingkan penurunan pemesanan hotel akibat bom Bali. 

"Yang jelas di Bali (pemesanan hotel) cukup memprihatinkan. Dan jauh lebih berat dibandingkan bom Bali," kata Haryadi, di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Erupsi Gunung Agung sendiri menyebabkan penurunan kunjungan wisman pada Oktober 2017. Data Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisman pada bulan Oktober sebesar 1,16 juta kunjungan. Angka ini turun 4,54 persen dibanding September 2017.

(Baca juga : Menginap di Bali Saat Erupsi Gunung Agung, Seperti Apa Rasanya?)

Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto mengatakan, penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi karena penurunan kunjungan wisman yang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali sebesar 15,99 persen dibanding bulan sebelumnya.

Suhariyanto mengatakan, kunjungan wisman yang melalui bandara tersebut menyumbang 40 persen terhadap total wisman.

"Pada periode ini turun 15,99 persen month to month karena meletusnya Gunung Agung," kata Suhariyanto, Senin (4/12/2017).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X