Mulai 1 Januari 2018, Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total

Kompas.com - 19/12/2017, 15:21 WIB
Wisatawan tengah mengabadikan momen-momen matahari terbit berlatar belakang Gunung Semeru dari Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/4/2017). Pemandangan yang ditawarkan dari Puncak B29 adalah Gunung Bromo, Batok, Lemongan, Raung, Semeru, dan Argopuro. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOWisatawan tengah mengabadikan momen-momen matahari terbit berlatar belakang Gunung Semeru dari Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/4/2017). Pemandangan yang ditawarkan dari Puncak B29 adalah Gunung Bromo, Batok, Lemongan, Raung, Semeru, dan Argopuro.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendakian ke Gunung Semeru ditutup total mulai 1 Januari 2018. Penutupan tersebut tertuang dalam surat pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), nomor PG.4/T.B/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/12/2017.

Penutupan pendakian tersebut diambil untuk pemulihan ekosistem di sepanjang jalur pendakian. Pihak TNBTS juga beralasan demi menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.

Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengungkapkan ada beberapa alasan yang menyebabkan ditutupnya semua jalur pendakian ke Gunung Semeru. Antara lain melihat intesitas curah hujan yang tinggi hingga beberapa bulan ke depan, dilihat tidak baik dari segi keselamatan.

"Lalu untuk recovery (pemulihan) ekosistem jalur pendakian. Mengingat setelah sembilan bulan kawasan tersebut dikunjungi pendaki yang relatif tidak sedikit, sehingga untuk mengembalikan ekosistem kawasan secara alami kita tutup kawasan tersebut," ujarnya saat dihubungi KompasTravel, Selasa (19/12/2017).

Baca juga : Jangan Nekat! Pendakian Gunung Prau Ditutup Mulai Januari 2018

Salah satu peserta Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Minggu (19/11/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik Salah satu peserta Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Minggu (19/11/2017)
Selain itu juga pihak TNBTS ingin melakukan perbaikan, dan pemeliharaan sarana prasarana di jalur pendakian, demi kenyamanan pendaki.

Adapun tindakan ini memang dilakukan setiap tahunnya. Namun, lama waktu penutupan, tergantung banyaknya atau besarnya pemulihan yang dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga : Ala Backpacker, Cara Menuju ke Gunung Semeru dari Bandara Malang)

Untuk waktu berakhirnya penutupan tersebut, pihak TNBTS belum bia memastikan, karena perlu tinjauan lebih lanjut secara berkala. Syarif Hidayat mengatakan, mungkin minimal tiga bulan, atau lebih.

"Bisa minimal tiga bulan atau jika ada pertimbangan lain bisa lebih dari itu. Jadi untuk penutupan sampai kapannya kita liat perkembangan di lapangan," pungkasnya.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.