Kawasan Bromo Tengger Semeru Dikunjungi 573.948 Wisatawan

Kompas.com - 21/12/2017, 08:53 WIB
Wisatawan menikmati terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (27/11/2017). Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) optimistis mampu menyumbang pendapatan negara dari sektor pariwisata sebesar Rp 20 miliar pada 2017, dari total penerimaan yang telah mencapai kisaran Rp 19 miliar. ANTARA FOTO/WAHYU PUTROWisatawan menikmati terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (27/11/2017). Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) optimistis mampu menyumbang pendapatan negara dari sektor pariwisata sebesar Rp 20 miliar pada 2017, dari total penerimaan yang telah mencapai kisaran Rp 19 miliar.
|
EditorI Made Asdhiana

MALANG, KOMPAS.com - Kawasan Gunung Bromo, Tengger dan Gunung Semeru masih menjadi favorit wisatawan. Alamnya yang menawan dengan pemandangan matahari terbit atau sunrise di Puncak Penanjakan membuat kawasan itu menjadi idola banyak wisatawan.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku pengelola kawasan wisata alam itu mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan itu hingga akhir November sebanyak 573.948 orang.

Terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 22.602 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 551.346 orang.

"Jauh bedanya jumlah wisatawan mancanegara dan nusantara. Kita masih lebih lebih banyak wisatawan nusantara," kata Kepala TNBTS, John Kenedie saat konferensi pers di kantor TNBTS, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (20/12/2017).

Baca juga : Mengapa AirAsia Pilih Corak Borobudur, Bromo, dan Wayang Kulit di Badan Pesawat?

Dengan banyaknya jumlah kunjungan itu, jumlah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari kawasan itu cukup tinggi. Dari Rp 16 miliar yang ditargetkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pengelola TNBTS sudah mampu menghimpun Rp 19,6 miliar. Artinya, PNBP yang didapat pengelola TNBTS sebesar 121,51 persen dari besaran yang ditargetkan.

"Yang terbanyak pendapatan di bulan Juli sampai Rp 4 miliar," kata John.

Salah satu peserta Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Minggu (19/11/2017).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Salah satu peserta Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Minggu (19/11/2017).
John berharap, jumlah kunjungan wisatawan untuk tahun depan bisa bertambah seiring dengan dimasukannya Gunung Bromo dalam program 10 destinasi wisata prioritas.

"Tahun depan kita mengharapkan pengunjung bisa seperti ini, dan alam bersahabat. Sehingga negara bisa mendapatkan PNBP yang diharapkan," tambah John.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X