Kompas.com - 21/12/2017, 21:03 WIB
Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.  ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata Bali berstatus normal. Hal tersebut disampaikan pada konferensi pers akhir tahun di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

"Sebelumnya sudah disampaikan jelas oleh Pak Luhut, Kemenko Maritim jika status Bali itu normal, kecuali jarak 6-10 kilometer dari puncak Gunung Agung yang masih awas," terang Arief Yahya.

Penetapan status tersebut disampaikan saat konferensi pers Kemenko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan 15 Desember 2017. Keterangan tersebut berdasarkan perhitungan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

(Baca juga : Buktikan Bali Aman, Para Turis Selfie Berlatar Gunung Agung)

Hingga tanggal 15 Desember, Luhut mengatakan Gunung Agung masih meletupkan abu vulkanik kecil, tetapi angin cenderung bertiup ke arah timur. Berdasarkan hal tersebut, kondisi penerbangan Bali dinyatakan aman.

"Adapun jika kondisi angin bertiup ke barat, maka akan ada NOTAM (Notice To Airmen) dan itu sangat biasa terjadi di mana-mana, dan sudah ada prosedur pengamanannya," ujar Luhut dalam konferensi persnya, yang kembali diputar lewat tayangan video di Kementerian Pariwisata.

Pemandangan Gunung Agung di Karangasem, Bali, dilihat pada Kamis (21/9/2017). Sebagian besar masyarakat di sekitar gunung telah mengungsi secara mandiri karena tanda-tanda yang dirasakan saat ini mirip dengan kejadian sebelum Gunung Agung meletus pada 1963 silam.AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA Pemandangan Gunung Agung di Karangasem, Bali, dilihat pada Kamis (21/9/2017). Sebagian besar masyarakat di sekitar gunung telah mengungsi secara mandiri karena tanda-tanda yang dirasakan saat ini mirip dengan kejadian sebelum Gunung Agung meletus pada 1963 silam.
"Daerah di Bali lainnya dinyatakan normal, status pariwisata Bali aman kecuali radius terbatas," tegas Arief Yahya.

Oleh karena itu, menurut Arief, wisatawan mancanegara dan domestik diimbau jangan menggeneralisir status Bali. Menurut Arief, masih banyak destinasi yang aman dan bisa dinikmati di Bali.

Efek lumpuhnya pariwisata Bali

Sejak 22 September 2017, memang pariwisata Bali terus lumpuh. Dikarenakan status awas Gunung Agung yang terus mengeluarkan letupan abu vulkanik.

Semenjak itu, beberapa negara mengeluarkan travel warning, salah satunya China. Imbauan yang dikeluarkan China tersebut berlaku hingga 4 Januari 2014.

(Baca juga : 5 Destinasi di Bali yang Aman dari Dampak Letusan Gunung Agung)

Alhasil sekitar satu juta wisatawan mancanegara gagal masuk ke Indonesia, khususnya Bali. Dinas Pariwisata Bali menaksir kerugian devisa yang dialami mencapai Rp 750 milyar per hari.

Dua wisatawan berfoto dengan latar belakang Gunung Agung, di Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017). Sebagian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di lereng timur laut Gunung Agung masih belum mengungsi meski gunung berstatus awas dan mereka telah dihimbau untuk meninggalkan kampung.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Dua wisatawan berfoto dengan latar belakang Gunung Agung, di Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017). Sebagian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di lereng timur laut Gunung Agung masih belum mengungsi meski gunung berstatus awas dan mereka telah dihimbau untuk meninggalkan kampung.
Arief sempat mengalkulasi kerugian yang dialami Bali sebesar Rp 750 milyar per hari. Arief mengatakan jumlah tersebut berdasarkan perhitungan wisatawan mancanegara yang masuk per hari melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, dikali jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara dan kurs nilai tukar dollar Amerika Serikat ke rupiah.

"Assesment kerugian? Per hari saja ya. Itu paling gampang per hari (hitungnya). Nanti tinggal (kali berapa hari). Per hari itu Bali wismannya (yang masuk) 15.000 orang. Kalau kita konversi ke devisa itu 250 miliar. Itu yang hilang (devisa) untuk Bali," kata Arief saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Aceh, Kamis (30/11/2017).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Travel Tips
Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Jalan Jalan
7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

Jalan Jalan
Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Jalan Jalan
Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Travel Update
Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Travel Update
Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Travel Promo
Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Travel Update
Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Travel Tips
Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Travel Update
13 Etika Cara Bepergian Naik Pesawat, Pemula Wajib Tahu

13 Etika Cara Bepergian Naik Pesawat, Pemula Wajib Tahu

Travel Tips
7 Tips Wisata pada Tahun Macan Air Berdasarkan Pakar Feng Shui

7 Tips Wisata pada Tahun Macan Air Berdasarkan Pakar Feng Shui

Travel Tips
6 Hotel Dekat Stasiun UI Depok, Harga Mulai Rp 200 Ribuan

6 Hotel Dekat Stasiun UI Depok, Harga Mulai Rp 200 Ribuan

Jalan Jalan
Cara Check In Hotel Langsung Tanpa Booking Online, Perhatikan Hal Ini

Cara Check In Hotel Langsung Tanpa Booking Online, Perhatikan Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.