Kompas.com - 22/12/2017, 17:00 WIB
Seorang wisatawan tengah berada di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali (Sabtu/15/2016). Pantai Sindhu masih berada di garis Pantai Sanur. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOSeorang wisatawan tengah berada di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali (Sabtu/15/2016). Pantai Sindhu masih berada di garis Pantai Sanur.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca ditetapkannya status "awas" Gunung Agung Bali, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus menurun. Industri pariwisata Bali sempat lumpuh sementara.

Untuk memulihkan pariwisata Bali, sekaligus mencapai target- kunjungan wisman, Kementerian Pariwisata dan beberapa asosiasi industri pariwisata melakukan empat langkah strategis.

Empat langkah tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Akhir Tahun, di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (22/12/2017).

Sejumlah wisatawan menyaksikan letusan Gunung Agung dari Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter. ANTARA FOTO / NYOMAN BUDHIANA Sejumlah wisatawan menyaksikan letusan Gunung Agung dari Pantai Jemeluk, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan telah terjadi letusan freatik kedua pada pukul 17.20 Wita yang disusul dengan semburan asap dan abu vulkanis hingga ketinggian 3.000 meter.

1. Cabut travel warning

Salah satu yang amat berdampak terhadap penurunan wisman ke Bali ialah adanya travel warning dari beberapa negara.

Menpar Indonesia, Arif Yahya mengatakan telah bertemu Konsulat Jendral RRC di Bali, untuk minta mencabut travel warning-nya terhadap Indonesia.

"Kalau mau mencabut travel warning kita juga harus melihat diri sendiri. Mau ga mau harus mencabut juga level awasnya di Bali. Nah sekarang sudah diluruskan kalau Bali status normal, kecuali di radius tertentu," terangnya.

Para penumpang turun dari kapal penyeberangan dari Bali di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Rabu (29/11/2017)KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Para penumpang turun dari kapal penyeberangan dari Bali di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Rabu (29/11/2017)

2. Anggaran Rp 100 milyar untuk promosikan Bali

Mempromosikan Bali sebagai deatinasi yang aman dengan status "normal"nya dinilai menjadi salah satu solusi. Terlebih dengan beragam promo menarik yang bisa mengundang kembali wisatawan datang ke Bali.

"Kita anggarkan 100 milyar untuk promosi program tadi (Hot Deals), selama tiga bulan sepanjang recovery," terang Arief.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.