Kompas.com - 24/12/2017, 20:30 WIB
Berkunjung ke sentra souvenir ukiran kayu motif khas Kuningan, di Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2017). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIABerkunjung ke sentra souvenir ukiran kayu motif khas Kuningan, di Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2017).
|
EditorWahyu Adityo Prodjo


KUNINGAN, KOMPAS.com - Tangan Sakri (37) sedang mengukir potongan-potongan limbah kayu saat saya mengunjungi sebuah desa kecil di bawah kaki Gunung Ciremai, Kuningan siang itu. Di sisi lain Udin (45) sang pemilik Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan ini, menyambut hangat wisatawan dengan suguhan makanan rebusan ala desa setempat.

Siang itu saya datang dengan rombongan wartawan pariwisata  bersama Kementerian Pariwisata RI. Bengkel kreatif yang berlokasi di Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan itu memproduksi 30 hingga 40 pajangan kayu setiap harinya.

Di sisi depan rumah "jengki", bergaya khas Sunda itu terpampang puluhan hasil keterampilan Sakri dan kawan seniman lainnya. Terdapat bentuk ukiran kuda Kuningan, kujang, sepeda, dan lainnya.

Saya pun coba menelusuri asal pembuatan suvenir unik dengan bentuk-bentuk khas Kuningan tersebut. Saat menoleh ke bagian belakang bengkel kreasi ini, terlihat barisan kayu rapi pun siap untuk diukir untuk jadi karya.

Contoh beberapa hasil karya souvenir ukiran kayu Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan , Jawa Barat.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Contoh beberapa hasil karya souvenir ukiran kayu Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan , Jawa Barat.

Tumpukan kayu di sisi bengkel tersebut ternyata dahulunya merupakan limbah kayu yang dibuang. Tak jarang ia mendapat kayu busuk.

"Alhamdulillah kalau di Kuningan itu banyak limbah kayunya, banyak yang ngasih juga. Kalau busuk tinggal diobat, nanti mulus lagi," terang Saharudin Kibro, sang pemilik sanggar pada KompasTravel.

Wisatawan yang datang pun bisa melihat dan coba membuat kerajinan ukir kayu di sana. Mulai membuat pola di atas kayu lalu kayu dipotong sesuai bentuk, barulah diperhalus permukaannya.

"Terakhir yang paling menentukan, finishing. Ada tiga tahapan, mulai penghalusan dan vernis beberapa kali sampai warnanya keluar, dan awet," terang Sakri, pengrajin di sini.

Meskipun limbah kayu, bukan berarti Udin tidak memperhatikan bahan baku. Menurutnya yang terbaik ialah dari kayu pinus, lalu kayu jati, dan mahoni kering.

"Tergantung pesanan, paling banyak dari jati, tapi paling bagus pinus, karena warna serat kayunya keluar," terang Udin pada KompasTravel.

Udin (tengah) sang pemilik Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan, berfoto dengan jajaran pemerintah desa di bengkelnya di  Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (23/12/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Udin (tengah) sang pemilik Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan, berfoto dengan jajaran pemerintah desa di bengkelnya di Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (23/12/2017).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.