BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Wego

Menembus Hutan, Belajar Sejarah Kuranda dengan Satu Kereta

Kompas.com - 28/12/2017, 15:25 WIB
|
EditorDimas Wahyu

KOMPAS.com – Suara deru mesin dan gesekan roda dengan lintasan menemani laju kereta. Bonusnya, pemandangan indah yang jadi surga bagi mata bila duduk bersisian dengan jendela.

Selalu menarik ketika bepergian dengan kereta. Waktu yang terasa lebih cepat dibandingkan memakai transportasi darat lainnya, lalu mendapatkan pemandangan yang kaya pula seiring lajunya. Karenanya, moda transportasi tersebut selalu sukses jadi pilihan banyak orang.

Di Cairns, Australia, perjalanan wisata dengan kereta lebih menantang karena jalurnya menembus hutan belantara. Ya, rimbunnya hutan hujan bisa menemani perjalanan yang menghabiskan waktu 1 jam 45 menit ini.

Adalah Kuranda Scenic Railway yang siap membawa penumpangnya memacu adrenalin untuk melewati 15 terowongan gelap sekaligus 40 jembatan sempit dengan jalur berliku.

Bersiaplah merasakan debar jantung karena beberapa jembatan berada di ketinggian yang menghubungkan antara satu jurang dan jurang lainnya.

Imbalannya, pemandangan dan sejarah yang menempel lekat di dalamnya akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Berikut cerita selengkapnya:

Air Terjun Barron

Sebelum menyelesaikan perjalanan, kereta akan masuk kawasan Taman Nasional Barron Gorge yang terkenal dengan air terjun setinggi 125 meter. Betul, nyaris setinggi Monas di Jakarta.

Penumpang bisa turun sebentar selagi kereta berada pada pemberhentian Stasiun Barron Falls. Berfoto dengan latar belakang air terjun jadi sesuatu yang wajib saat berada di sana.

Pemandangan terbaik justru ada pada musim hujan, yakni Desember-Maret manakala kubik air meningkat dan menghasilkan air terjun yang lebih deras dari biasanya.

Desa Sejarah Kuranda

Perjalanan dengan kereta yang menampilkan cantiknya hutan Queensland Utara itu akan berakhir di sebuah stasiun bernama sama, Stasiun Kuranda. Nah, tempat inilah yang jadi pintu masuk petualangan selanjutnya.

Hutan belantara di Cairns, Australia. Perjalanan wisata ke daerah ini bisa dilakukan dengan kereta api. Wego Hutan belantara di Cairns, Australia. Perjalanan wisata ke daerah ini bisa dilakukan dengan kereta api.
Dalam riwayatnya, Stasiun Kuranda sudah dibuka sejak 1915. Hingga kini, usianya sudah mencapai satu abad.

Namun, tahukah Anda bahwa pada tahun itu, Kuranda sudah dijadikan tempat istirahat yang dianggap dapat menyegarkan isi kepala. Banyak orang menjadikannya tujuan liburan.

Pada dasarnya, jalur kereta yang menghubungkan Cairn dan Kuranda sudah dibuat 24 tahun sebelum itu.

Potongan sejarahnya ada pada cerita hampir rampungnya Stoney Creek Bridge. April 1890, jembatan yang hampir jadi itu mendapatkan kunjungan dari Wakil Gubernur Queensland, Jenderal Sir Henry Wiley Norman.

Ia tercengang dengan jembatan yang indah di tengah hutan belantara itu. Apalagi dengan jamuan yang dipersembahkan oleh arsitek bernama John Robb, ia disajikan makanan dan wine langsung di atas jembatan tersebut.

Siapa sangka proyek jalur kereta beserta jembatan itu bisa terwujud karena sebelumnya sempat mangkrak pada 1886. Robb sendiri baru memegang proyek itu pada 1887.

Sejarah lebih dalam lagi sebenarnya sudah dimulai sejak 1882. Kala itu, Queensland Utara mengalami musim semi berkepanjangan. Penambang timah yang putus asa dan tinggal di sekitar sungai liar Herberton tidak menemukan persediaan sehingga berada di ambang kelaparan.

Akhirnya, para pemukim di Herberton menuntut adanya fasilitas kereta api yang dapat melintasi pantai. Pada akhirnya, inilah cikal bakal dibangunnya jalur kereta.

Mengenal Kuranda

Kejutan selanjutnya dari dalam hutan hujan itu adalah Desa Kuranda sebagai lokasi akhir dari perjalanan kereta. Siap-siap kembali bergelut dengan ketegangan karena desa itu masih jadi tempat tinggal satwa liar.

Stasiun Kuranda di Queensland, AustraliaWego Stasiun Kuranda di Queensland, Australia
Meski demikian, ada juga habitat hewan yang dilindungi dalam satu lokasi, Birdworld Kuranda, tempatnya burung-burung, seperti kasuari dan kakaktua.

Hewan khas Australia, seperti, koala dan kanguru, juga bisa dengan mudah ditemui di satu tempat, di Kuranda Koala Gardens, yang bisa dikunjungi pukul 09.00-16.00 setiap harinya.

Bila tujuannya untuk bersantai, pelancong juga bisa berkunjung ke restoran atau kafe yang ada di sana. Tenang, meskipun terlihat jauh dari suasana kota, desa tersebut sudah bisa dibilang mapan sebagai sebuah desa wisata.

Karenanya, area di sepanjang perjalanan dekat resto dan kafe pasti diselingi dengan lapak-lapak tempat belanja.

Penginapan juga sudah banyak pilihannya. Pelancong bisa memilih penginapan berharga premium atau rumah penduduk lokal untuk menyesuaikan budget.

Kalau tak mau menginap, kereta untuk bertolak kembali ke Cairns tersedia pukul 14.00-15.30.

Tergiur untuk segera bertualang di Cairns?

Asyiknya, bertualang di hutan belantara seperti itu bisa juga diwujudkan oleh pelancong asal Indonesia.

Rencanakan perjalanan dengan Wego—situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel—untuk mencari penerbangan dan akomodasi perjalanan terbaik.



Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.