Akhir Pekan, Warga Kampung Tugu Jakarta Gelar Tradisi Mandi-mandi

Kompas.com - 02/01/2018, 20:00 WIB
Gereja Tugu (GPIB Tugu) di Kampung Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2015). Gereja Tugu dan lonceng (slavenbel) yang dibuat pada abad ke-17 merupakan peninggalan Portugis yang masih tersisa di Kampung Tugu. KOMPAS/DENTY PIAWAI NASTITIEGereja Tugu (GPIB Tugu) di Kampung Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2015). Gereja Tugu dan lonceng (slavenbel) yang dibuat pada abad ke-17 merupakan peninggalan Portugis yang masih tersisa di Kampung Tugu.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kampung Tugu, Jakarta Utara akan menggelar acara Mandi-Mandi pada Minggu (7/1/2018) mulai pukul 12.00 WIB dari Gereja Tugu. Acara Mandi-Mandi merupakan tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh warga Kampung Tugu yang terkenal sebagai peranakan Portugis.

"Mandi-Mandi ini acara puncak dari Hari Natal, dan Rabo-Rabo yang diselenggarakan setaip tanggal 1 Januari. Kalau Mandi-Mandi ini jatuh pada Minggu pertama bulan Januari," kata Ketua Ikatan Keluarga Besar Tugu (IKBT) Erni Lissie Michiels (67) saat ditemui KompasTravel, Senin (1/1/2018).

(Baca juga : Jejak Portugis di Kampung Tugu) 

Salah satu kegiatan unik di acara Mandi-Mandi adalah warga Kampung Tugu akan saling mencoreng wajah dengan bedak cair.

Bedak menjadi simbol membersihkan diri dari segala kesalahan untuk memasuki tahun baru. Menurut Erni, Mandi-Mandi adalah puncak perayaan untuk memaafkan kesalahan satu sama lain sepanjang tahun lalu.

Iringan musik Keroncong Tugu akan menambah seru tradisi Mandi-Mandi. Selain itu, kuliner asli Kampung Tugu umumnya akan keluar pada tradisi Mandi-Mandi.

Warga Kampung Tugu merupakan keturunan orang Portugis, yang dijadikan pekerja dan serdadu di zaman Belanda. Ratusan tahun mereka menetap di kawasan Semper, Jakarta Utara, berakulturasi dengan penduduk lokal dan beranak pinak.

(Baca juga : Rabo-rabo, Tradisi Tahun Baru Kampung Tugu Jakarta) 

Kampung Tugu yang terletak di Semper, Jakarta Utara termasuk sebagai salah satu wilayah bersejarah di Jakarta. Tahun 1970, Gubernur DKI Jakarta yang menjabat saat itu, Ali Sadikin menyatakan Gereja Tugu termasuk sebagai Cagar Budaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X