Kompas.com - 06/01/2018, 20:30 WIB
Ragam tenun Indonesia di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein) KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIARagam tenun Indonesia di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein)
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

 BOGOR. KOMPAS.com - Kekayaan alam Indonesia ternyata juga berbanding lurus dengan kekayaan budaya di Indonesia. Terlihat dari banyaknya karya buatan ragam suku di Indonesia yang berasal dari kekayaan alam Indonesia pula.

"Kekayaan alam Indonesia itu amat banyak, tapi etnisnya juga tak kalah banyak, ragam suku asli Indonesia plural sekali. Interaksi etnik manusia dengan alam itulah dipelaajari di Etnobotani," ungkap Dian Komara, Peneliti LIPI sekaligus Pengelola Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia, Jumat (5/1/2017).

Anda bisa melihat ragam karya seni sekaligus perkakas suku-suku Indonesia di salah satu museum di Bogor. Museum ini bernama Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

(Baca juga : Unik, Museum di Bogor Ini Simpan Perkakas dari Bahan Alam Indonesia)

Munasein ini berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda nomer 22-24 Kota Bogor. Munasein berada tepat di sisi gerbang Istana Bogor yang berbatasan dengan Museum Kepresidenan. Wisatawan bisa menempuhnya dengan berjalan kaki sekitar 500 meter dari Stasiun Bogor.

Seperti museum-museum LIPI lainnya, saat masuk ke Munasein akan terasa sarat akan keilmuan. Pada awalnya jika Anda belum mengetahui apa itu Etnobotani, mungkin akan terasa berat. Namun ternyata ilmu ini unik, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Wisatawan sedang melihat berbagai contoh perkakas kehidupan sehari hari mansyarakat Indonesia yang terbuat dari rotan, di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), Jumat (5/1/2018) Museum ini dahulunya merupakan tempat labolatorium Etnobotani, atau dinamakan Herbarium Bogoriense.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Wisatawan sedang melihat berbagai contoh perkakas kehidupan sehari hari mansyarakat Indonesia yang terbuat dari rotan, di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), Jumat (5/1/2018) Museum ini dahulunya merupakan tempat labolatorium Etnobotani, atau dinamakan Herbarium Bogoriense.
Pertama masuk, Anda akan disambut oleh zona-zona introduction. Terdapat beberapa pengenalan koleksi Etnobotani. Terlihat bagaimana manusia purba bertahan hidup karena berkompromi dengan alam.

Anda akan melihat warna-warna dinding yang berbeda dari setiap lorong yang ada di museum ini. Menurut Dian Komara, warna tersebut menunjukan zona koleksi mulai dari zona artistik, zona obat-obatan, zona food and beverages, hingga zona perkakas.

"Semuanya merupakan buatan ragam suku asli Indonesia sejak ratusan tahun lalu," ujar Dian Komara pada wisatawan.

KompasTravel pertama kali masuk ke zona food and beverage, di sini terdapat makanan dan minuman yang terbuat dari alam. Salah satu yang unik ialah etalase ragam khas dari berbagai etnis mulai dari bandrek, wedang jahe, uwuh, sekoteng, sarabba dan lainnya.

Sejarah-sejarah jamu Indonesia di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Sejarah-sejarah jamu Indonesia di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein).
Di samping zona makanan tersebut, ialah zona perkakas. Yaitu alat-alat rumah tangga yang digunakan berbagai suku, yang terbuat dari alam. Terlihat satu tembok yang memamerkan 13 sendok nasi yang berbeda dari berbagai suku.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.