Kompas.com - 07/01/2018, 15:04 WIB
Pewarnaan batik sejak 18 abad yang lalu menggunakan buahbdan tanaman-tanaman tertentu. Anda bisa melihatnya di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), Bogor, Jawa Barat. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAPewarnaan batik sejak 18 abad yang lalu menggunakan buahbdan tanaman-tanaman tertentu. Anda bisa melihatnya di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), Bogor, Jawa Barat.
|
EditorI Made Asdhiana

BOGOR, KOMPAS.com - Sejak abad ke-18 di masa-masa awal kedatangan batik, leluhur Indonesia sudah menggunakan bahan-bahan pewarna. Bahkan bahan tersebut masih digunakan hingga saat ini dan menghasilkan batik yang mahal.

Bukti-bukti ini terekam dalam arsip Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Anda bisa melihatnya di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), Bogor, Jawa Barat.

Baca juga : Serunya Menjelajah Museum Penyimpan Peralatan Suku Indonesia di Bogor

Terdapat etalase khusus bahan-bahan alami yang digunakan untuk pewarna batik. Meski tak se meriah warna dari zat kimia, tetapi pewarna alami diklam lebih awet untuk bahan, dan minim risiko iritasi terhadap kulit.

Baca juga : Unik, Museum di Bogor Ini Simpan Perkakas dari Bahan Alam Indonesia

Beberapa tanaman yang umum digunakan mulai dari tumbuhan alpukat untuk warna merah terang. Tumbuhan jambu biji untuk warna coklat tua. Lalu mahoni untuk warna merah kecoklatan. Tanaman Mangga, untuk warna coklat muda, sedangkan merah muda dari tanaman kopi.

Sejumlah desainer cilik tengah membuat batik di Sanggar Batik Tulis Andhaka, Batu, Jawa Timur, awal Desember 2017. KOMPAS.com/Reni Susanti Sejumlah desainer cilik tengah membuat batik di Sanggar Batik Tulis Andhaka, Batu, Jawa Timur, awal Desember 2017.
Selain itu masih ada jenis tanaman lain, seperti kayu secang, harendeng bulu, dan manjel jantan.

Menurut arsip LIPI di sana, yang digunakan sebagai pewarna berasal dari daun, bunga, dan batangnya yang muda. Orang terdahulu menggunakannya dengan cara ditumbuk.

Setelah itu yang akan disimpan dalam bubuk pewarna bisa dikeringkan. Sedangkan yang langsung diproses bisa direbus, lalu airnya digunakan untuk merendam kain batik yang sudah dicanting. Setelah itu baru dibersihkan dari lilin, sebelum dicuci dan dijemur.

Hingga kini beberapa zat pewarna alami masih terus digunakan, seperti kayu secang, Hal ini masih dilestarikan karena menghasilkan warna yang khas dari alam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Travel Tips
Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Jalan Jalan
7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

Jalan Jalan
Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Jalan Jalan
Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Travel Update
Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Travel Update
Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Travel Promo
Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Travel Update
Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Travel Tips
Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Travel Update
13 Etika Cara Bepergian Naik Pesawat, Pemula Wajib Tahu

13 Etika Cara Bepergian Naik Pesawat, Pemula Wajib Tahu

Travel Tips
7 Tips Wisata pada Tahun Macan Air Berdasarkan Pakar Feng Shui

7 Tips Wisata pada Tahun Macan Air Berdasarkan Pakar Feng Shui

Travel Tips
6 Hotel Dekat Stasiun UI Depok, Harga Mulai Rp 200 Ribuan

6 Hotel Dekat Stasiun UI Depok, Harga Mulai Rp 200 Ribuan

Jalan Jalan
Cara Check In Hotel Langsung Tanpa Booking Online, Perhatikan Hal Ini

Cara Check In Hotel Langsung Tanpa Booking Online, Perhatikan Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.