Kompas.com - 07/01/2018, 19:45 WIB
Wedang ronde di Kendal, Jawa Tengah. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATINWedang ronde di Kendal, Jawa Tengah.
|
EditorI Made Asdhiana

KENDAL, KOMPAS.com - Tempat wisata Radja Pendapa, di Dusun Segrumeng, Desa Meteseh Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah rupanya tidak hanya bagus digunakan untuk selfie saja.

Tempat wisata yang ada di sekitar hutan karet ini, banyak dikunjungi orang, juga karena mereka ingin menikmati makanan asli orang desa, yang dulu sangat populer.

Baca juga : Yuk, Coba Es Dawet Legendaris Langganan Jokowi di Pasar Gede Solo

Makanan itu, seperti nasi jagung, gendar pecel, teh sere, wedang ronde, kopi, pecel, dawet, es lilin, dan lainnya. Seperti yang diakui oleh Imron (38), Minggu (7/1/2018).

Kopi kendal di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN Kopi kendal di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Menurut Imron, dirinya tahu ada tempat wisata Radja Pendapa, setelah membaca berita di Kompas.com. Ia kemudian tertarik datang karena kebetulan tempatnya hanya belasan kilometer dari rumah saudaranya yang ada di Kaliwungu Selatan Kendal.

“Tahunya saya, hanya tempat selfie, ternyata banyak penjual makanan tradisional, “ kata Imron.

Baca juga : Nasi Bakar ala Jepang, Penasaran?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga Rembang itu, menambahkan, banyak makanan yang dijual di Radja Pendapa, mengingatkan dirinya pada masa kecil.

Bakso bathok di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN Bakso bathok di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
“Rumah saya dekat pasar. Dulu waktu kecil, saya suka sarapan gendar kincau," ujarnya.

Berbeda dengan Imron, Zahara (40), mengaku sudah beberapa kali datang ke tempat wisata Radja Pendapa. Terutama sekali, bila ingin menikmati nasi pecel.

“Saya selalu datang bersama keluarga. Rumah saya dekat, di Semarang Barat. Hanya memakan waktu sekitar 30 menit,” tuturnya.

Dawet di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN Dawet di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Selain pecel, katanya, dirinya juga selalu minum es dawet. “Kalau suami saya ini, suka kopi,” jelasnya sambil tersenyum lebar.

Sebelumnya pengelola Radja Pendapa, Don Kardono, mengatakan ada sekitar 30 jenis makanan tradisional yang dijual di tempat wisata ini.

Nasi bakar di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN Nasi bakar di Radja Pendapa, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Penjualnya adalah masyarakat setempat. Pengunjung yang masuk di Radja Pendapa, tidak dipungut biaya alias gratis.

"Bukanya hanya setiap Minggu," katanya.

******************
 
Mau merasakan liburan seru ke Pulau Bali? Kali ini liburannya gratis dan ke destinasi anti-mainstream! Selama empat hari tiga malam, seluruh biaya peserta sudah ditanggung. Termasuk tiket PP Jakarta-Bali, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone OPPO F5. 
 
Caranya mudah, ikuti photo competition 'Unforgettable Journey'. Silakan cek informasinya di sini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

Travel Update
Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Travel Update
Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Travel Update
Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Jalan Jalan
Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Jalan Jalan
Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Jalan Jalan
NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

Travel Update
5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

Travel Update
Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Travel Update
Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Travel Update
Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Travel Update
Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Jalan Jalan
5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X