Kompas.com - 09/01/2018, 21:00 WIB
Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang dikenal dengan sebutan Rafflesia arnoldii, Minggu (31/1).

 *** Local Caption *** Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang biasa dikenal dengan sebutan raflesia arnoldi di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Minggu (31/1). Bunga padma merupakan salah satu flora nusantara yang menjadi identitas Indonesia. KOMPAS / ANGGER PUTRANTOKepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang dikenal dengan sebutan Rafflesia arnoldii, Minggu (31/1). *** Local Caption *** Kepala Bidang Teknis dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Muniful Hamid memeriksa kondisi bunga padma atau yang biasa dikenal dengan sebutan raflesia arnoldi di Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Minggu (31/1). Bunga padma merupakan salah satu flora nusantara yang menjadi identitas Indonesia.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

"Kalau inangnya muda si lima meter udah aman banget, tapi kalau inangnya tua, akarnya kemana-mana bisa lebih (dari lima mater). Jarak dekat pasti ada inangnya itu," terang Sofie yang sejak 2004 meneliti puspa langka ini.

(Baca juga : Wisman Kagumi Rafflesia Arnoldii)

Ia menyarankan untuk memperhatikan jalur akar pohon inang rafflesia, agar tidak diganggu bahkan dirusak. Sofie menyebut pengaman seperti pagar seperti di beberapa kebun raya bisa dipasang.

"Sangat riskan terjadi di hutan atau kebun yang tanpa penjagaan. Sehingga tour guide dan wisatwan bisa sembarangan memperlakukan bunga rafflesia ini, karena mereka memang belum paham," kata Sofie, yang rutin mendapat informasi dari Forum Komunikasi Rafflesia dan Amorpophalus.


3. Dilarang menyentuh

Menyentuh ialah salah satu kebiasaan yang masih banyak ditemui orang yang melihat rafflesia. Baik wisatawan, masyarakat lokal, maupun pemandu wisata.

Menurut Sofie, wisatawan sebaiknya itu menyentuh bunga rafflesia. Kata Sofie, saat menyentuh bunga rafflesia bisa menyebabkan transfer bakteri hingga pengrusakan oleh oknum manusia.

(Baca juga : Menengok Rafflesia Arnoldii di Bukit Barisan Selatan)

"Perlakuannya sama saja seperti ketemu hewan langka, monyet misalnya, kan harus steril, atau tidak nyentuh. Tangan itu riskan menyebarkan bakteri, yang dipegang sebelumnya apa, kita ga tau," tegas Sofie.

Rhenald Kasali bersama dengan bunga Rafflesia arnoldii tengah mekar di tengah hutan Bengkuludok. Pribadi Rhenald Kasali bersama dengan bunga Rafflesia arnoldii tengah mekar di tengah hutan Bengkulu

4. Merusak berarti membunuhnya

Terakhir ia memberi peringatan keras pada oknum yang masih merusak. Memetik beberapa bagian atau semuanya untuk keperluan pribadi.

"Kadang ada tourist guide yang sengaja nyabut bunganya, dikasih ke bule supaya bisa nyium bau khasnya bunga (rafflesia). Sudah itu matilah, lepas dari inangnya," terang Sofie.

Terakhir ia berharap agar lebih disosialisasikan informasi mengenai rafflesia. Agar banyak wisatawan dan pengelola wisata yang sadar akan berharganya puspa langka Indonesia tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.