Tahun 2018, Semakin Banyak Turis Indonesia Liburan ke Luar Negeri

Kompas.com - 10/01/2018, 09:00 WIB
Pengunjung memadati stan pariwisata Jepang pada pameran Astindo Fair 2017 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/3/2017). Pameran travel ini menawarkan berbagai promo perjalanan wisata baik domestik ataupun luar negeri dan diadakan pada tanggal 24-26 Maret 2017.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung memadati stan pariwisata Jepang pada pameran Astindo Fair 2017 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/3/2017). Pameran travel ini menawarkan berbagai promo perjalanan wisata baik domestik ataupun luar negeri dan diadakan pada tanggal 24-26 Maret 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi memprediksi tahun 2018 tren wisata ke luar negeri akan semakin naik. Melonjaknya jumlah permintaan paspor dinilai berkaitan dengan alasan wisata turis Indonesia ke luar negeri.

"2018 trennya wisatawan indonesia berlibur ke luar negeri semakin banyak. Terlebih jika faktor pendukungnya terus bertambah," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno saat dikonfirmasi KompasTravel, Senin (8/1/2017).

Menurutnya, selama tahun 2016 jumlah warga negara Indonesia yang ke luar negeri mencapai 8.4 juta orang dan melonjak di tahun 2017 mencapai 9.1 juta org. Hal tersebut menurutnya berbanding lurus dengan lonjakan permintaan penerbitan paspor ke Ditjen Imigrasi.

(Baca juga : Tahun 2017, Lebih dari 3 Juta Orang Minta Bikin Paspor)

Gwangjang Waterfall menjadi salah satu spot berfoto favorit pengunjung Jeju Folk Village. Foto diambil 30 Mei 2017.KOMPAS.com/BAYU GALIH Gwangjang Waterfall menjadi salah satu spot berfoto favorit pengunjung Jeju Folk Village. Foto diambil 30 Mei 2017.
Menurutnya, meski sistem keimigrasian tidak bisa mendata secara akurat alasan bepergian seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, lanjut Agung, tren tersebut terlihat dari tipe paspor dan lamanya kunjungan.

"TKI (tenaga kerja Indonesia) itu sejak tiga tahun ini menurun. Karena memang adanya pembatasan dan semakin ketatnya peraturan. Terutama saat pembatasan kerja di Timur Tengah, cukup signifikan," ujarnya.

Dilihat dari indikator-indikator tersebutlah pihak Ditjen Imigrasi memprediksi, tahun ini tren orang Indonesia berwisata ke luar negeri akan semakin tinggi. Terlebih jika faktor penyebab perubahan kebiasaan tersebut semakin banyak.

(Baca juga : 4 Penyebab Melonjaknya Permintaan Paspor di Indonesia Tahun 2017)

"Salah satu faktor penyebabnya, kalau diasumsikan karna maraknya tiket-tiket murah, transportasi murah ke luar negeri," ujarnya.

Antrean masuk pengunjung di hari kedua Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Phase 1, JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2017). Pameran wisata ini diadakan pada tanggal 10-12 Maret 2017 secara serentak di 23 kota di Indonesia.KOMPAS.com / SILVITA AGMASARI Antrean masuk pengunjung di hari kedua Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Phase 1, JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2017). Pameran wisata ini diadakan pada tanggal 10-12 Maret 2017 secara serentak di 23 kota di Indonesia.

Ia mencontohkan salah satu yang terbesar ialah permintaan kunjungan ke Singapura. Kini, liburan ke Singapura dinilai amat mudah dan murah dibanding ke beberapa pulau besar di Indonesia.

"Negara tujuan yang banyak dikunjungi WNI masih Asean, Asia Pasifik, dan Australia," ungkapnya.

Meski banyaknya permintaan ke luar negeri, menurutnya masih sebanding dengan permintaan wisatawan yang masuk ke Indonesia.

"Traveling dalam rangka wisata diakui meningkat memang, baik yang ke dalam dan keluar semakin banyak," tutupnya.



EditorWahyu Adityo Prodjo

Close Ads X