4 Perbedaan Ayam Geprek di Yogyakarta dan Jakarta, Apa Saja? - Kompas.com

4 Perbedaan Ayam Geprek di Yogyakarta dan Jakarta, Apa Saja?

Kompas.com - 10/01/2018, 12:00 WIB
Hidangan Ayam Mozzrella Kuah Gulai di Kedai Ayam Jambak, Jogjakarta, Sabtu (5/8/2017).KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Hidangan Ayam Mozzrella Kuah Gulai di Kedai Ayam Jambak, Jogjakarta, Sabtu (5/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.comAyam geprek kini menjadi hidangan yang kekinian. Digemari semua kalangan mulai dari muda hingga tua. Walaupun identik dengan hidangan yang cukup pedas tetapi penggemar ayam geprek tak kunjung surut.

Dari namanya ayam geprek, tentu sudah terbayang di kepala Anda bahwa ayam yang satu ini akan digeprek hingga hancur kemudian dicampur dengan ulekan. Jika di Jakarta ayam geprek identik dengan lelehan keju di atasnya, ayam geprek di Yogyakarta dihidangkan dengan kuah tongseng sebagai pendamping.

Penasaran perbedaan apa lagi yang dihadirkan ayam geprek Jakarta dan ayam geprek Yogyakarta? Berikut simak 4 keunikan ayam geprek Yogyakarta :

1. Berbagai pilihan sambal

Ayam geprek di Jakarta hanya dihidangkan dengan satu jenis sambal yaitu sambal bawang. Berbeda dengan ayam geprek di Yogyakarta yang diberikan beberapa varian sambal sesuai selera.

(Baca juga : Tak Hanya Pedas, Ayam Geprek Hits ini Gunakan Macam-macam Sambal)

Anda mulai sambal bawang, sambal tomat dan terasi. Cabainya pun bisa Anda ambil dan pilh sendiri sesuai selera Anda.

Ayam Geprek Ibu Nanik di Jalan Wulung Lor, Desa Papringan, Kecamatan Depok, Daerah Istimewa Yogyakarta.WWW.DOYANKULINER.COM Ayam Geprek Ibu Nanik di Jalan Wulung Lor, Desa Papringan, Kecamatan Depok, Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Bertempat di warung tenda

Ayam geprek di Yogyakarta ditempatkan di warung-warung tenda yang berdiri di pinggir jalan. Benbentuk sederhana, namun masalh rasa tak usah diragukan.

(Baca juga : Mencari Ayam Geprek di Yogyakarta, Ini Tempatnya...)

Biasanya Anda bisa menemukan berbagai macam warung ayam geprek di Jalan Wulung, Cokroaminoto, Yogyakarta.

Proses penyajian Ayam Mozzrella di Kedai Ayam Jambak, Jogjakarta, Sabtu (5/8/2017).KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Proses penyajian Ayam Mozzrella di Kedai Ayam Jambak, Jogjakarta, Sabtu (5/8/2017).
3. Berbentuk prasmanan

Ayam geprek Yogyakarta identik dengan warung tenda dengan modelan prasmanan. Anda diharuskan untuk mengambil sediri nasi, dan memilih langsung ayam yang ingin digeprek.

Cabainya pun Anda pilih langsung sesuai selera Anda. Mulai 1 cabai hingga 20 cabai bisa Anda pilih sesuai selera Anda.

(Baca juga : Ayam Geprek Pembakar Lidah, Pakai 20 Cabai!)

Umumnya, ayam geprek di Yogyakarta dihadirkan dengan lauk-lauk bak warteg. Mulai dari sop kuah, gorengan, sayur, gorengan, tahu dan tempe lengkap tersedia. Anda tinggal memilih sesuai selera Anda.

Ayam geprek sambal. Kompas.com/Iwan Supriyatna Ayam geprek sambal.
4. Terdapat kuah tongseng sebagai pendamping

Beberapa ayam geprek di Yogyakarta menghadirkan kuah tongseng sebagai pendamping. Salah satunya warung ayam geprek Bu Nanik dan ayam geprek Bu Made. Kuah tongseng sendiri merupakan rebusan kaldu yang diberi jahe. Disantap bersama ayam geprek terasa nikmat!

******************

Mau merasakan liburan seru ke Pulau Bali? Kali ini liburannya gratis dan ke destinasi anti-mainstream! Selama empat hari tiga malam, seluruh biaya peserta sudah ditanggung. Termasuk tiket PP Jakarta-Bali, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone OPPO F5.

Caranya mudah, ikuti photo competition 'Unforgettable Journey'. Klik link ini.


EditorWahyu Adityo Prodjo
Komentar

Close Ads X