Indonesia Siapkan Promosi Wisata di ASEAN Tourism Forum 2018

Kompas.com - 22/01/2018, 13:35 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016).

JAKARTA. KOMPAS.com - Wonderful Indonesia siap berkibar di ASEAN Tourism Forum (ATF), Chiang Mai, Thailand, 24-26 Januari 2018. Kementerian Pariwisata akan memboyong 42 industri dan semuanya, dipastikan akan all out agar tidak kehilangan momentum saat tampil di Chiang Mai International Exhibition and Convention Center.

Dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Minggu (21/1/2018), Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana memaparkan pada partisipasi tahun ini Indonesia menampilkan paviliun seluas 182 meter persegi dengan kapasitas 21 stan pameran.

(Baca juga : Tahun 2017 Ada Lebih 5 Juta Wisman ke Bali, Paling Banyak dari China)

Event ATF akan mempertemukan seller Indonesia dengan kurang lebih 350 buyers internasional. Tidak hanya itu ada juga ribuan delegasi serta pengunjung dari negara tidak hanya kawasan Asia saja. Juga akan diliput 150 media internasional,” ujar Pitana.

Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).KOMPAS/NIKSON SINAGA Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).
Peserta yang bergabung pada stan Indonesia terdiri dari travel agent/travel operator, hotel, dan atraksi minat khusus. dari pemerintahan juga diikuti Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

(Baca juga : Ke Danau Toba Semakin Mudah, Batik Air Buka Rute Jakarta - Silangit)

"Kami membawa delegasi yang akan aktif berpartisipasi terdiri dari 42 industri full delegate dari destinasi unggulan di Indonesia. Mereka akan menawarkan paket-paket wisata, tentunya yang sudah siap untuk ditawarkan kepada para buyers. Terlebih tahun ini kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, ajang ini akan kita manfaatkan, " katanya.

(Baca juga : Tukul Arwana: Belum Keliling Dunia kalau Belum ke Banyuwangi)

I Gde Pitana meminta agar industri tour & travel, Industri atraksi, hotel, resort, dan DMO intens melakukan promosi dan melakukan pertemuan bisnis dengan para buyers yang datang dari seluruh dunia.

Para perwakilan Kementerian Pariwisata se-ASEAN merayakan 50th anniversary berdirinya organisasi regional tersebut, di Thailand, saat acara ATF 18-20 Januari 2017. Para perwakilan Kementerian Pariwisata se-ASEAN merayakan 50th anniversary berdirinya organisasi regional tersebut, di Thailand, saat acara ATF 18-20 Januari 2017.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan keikutsertaan Indonesia di ATF 2018 sangat penting dan strategis. Dijelaskan bahwa industri pariwisata itu mirip dengan telekomunikasi dan transportasi. Proximity atau kedekatan itu sangat menentukan sukses tidaknya sebuah program. Bisa kedekatan geografis atau jarak, juga bisa kedekatan budaya atau kultural.

" ASEAN itu ya dekat di jarak, juga akrab di budaya," kata Arief Yahya,  

Ia melihat ASEAN adalah market potensial. Asia Tenggara, pasar yang amat seksi untuk Pariwisata Indonesia.

Selain sebagai ajang mempromosikan Wonderful Indonesia, ATF 2018 diharapkan bisa menghasilkan transaksi bisnis paket wisata dalam upaya mendatangkan wisatawan mancanegara skala besar ke Indonesia.

“Indonesia memandang penting kerja sama negara-negara ASEAN dalam industri pariwisata. Diharapkan dari kerja sama ini menciptakan dan meningkatkan kesadaran bahwa ASEAN sebagai kawasan tujuan wisatawan yang kompetitif di Asia Pasifik,” ujar Pitana.

Candi induk di komplek Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (28/6/2017)KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S Candi induk di komplek Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (28/6/2017)
ATF merupakan usaha regional untuk mempromosikan kawasan ASEAN sebagai satu destinasi wisata. Ajang tahunan ini melibatkan semua sektor industri pariwisata dari 10 negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam ditambah tiga negara di Asia yakni China, India, dan Korea.

ATF tahun ini bertepatan dengan usia ASEAN yang ke-51. Tema ATF 2018 yaitu “Sustainable Connectivity, Boundless Prosperity”.


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X