Kompas.com - 02/02/2018, 10:17 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - ”Pariwisata memang terbukti menjadi sektor paling cepat dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, saat meluncurkan 77 Acara Unggulan Banyuwangi, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Anas mengakui efektivitas sektor pariwisata dalam menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya beragam program pengembangan pariwisata mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

(Baca juga : Begini Selera Turis yang Datang ke Banyuwangi)

Ia memaparkan, turis domestik yang ke Banyuwangi meningkat dari 497.000 di 2010 menjadi 4,01 juta di 2017.

Adapun kunjungan wisatawan mancanegara dari 5.205 orang pada 2010 menjadi 91.00 orang pada di 2017, dengan pendapatan devisa Rp 546 miliar, berdasar perhitungan Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama istri dan didampingi Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam parade Barong Ider Bumi di desa wisata Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/6/2017).ARSIP KEMENPAR Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama istri dan didampingi Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam parade Barong Ider Bumi di desa wisata Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/6/2017).
"Peningkatan pendapatan per kapitanya melonjak dua kali lipat dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 41,6 juta per orang per tahun (2017). Walaupun bukan hanya dari pariwisata ya, tapi peningkatan pariwisata dan income perkapita begitu terukur (selaras)," katanya kepada wartawan.

(Baca juga : Nostalgia di Pasar Jajanan Tradisional Banyuwangi)

"Saya tambahkan, sekarang pendapatan perkapita Banyuwangi hanya kalah dari Surabaya di Jawa Timur. Sedangkan dulu (2010) masih dibawah Surabaya, Jember, dan Malang," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kesempatan yang sama.

Azwar Anas melanjutkan dengan paparan penurunan indeks kemiskinan di Banyuwangi. Menurutnya, seiring tumbuhnya sentra ekonomi baru berbasis pariwisata, penurunan kemiskinan cukup pesat.

Pengojek atau supir supir taksi mengantarkan wisatawan menuruni jalur pendakian Gunung Ijen, Jawa Timur (9/9/2017). Pengojek atau supir taksi itu akan mengantarkan wisatawan menggunakan gerobak.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pengojek atau supir supir taksi mengantarkan wisatawan menuruni jalur pendakian Gunung Ijen, Jawa Timur (9/9/2017). Pengojek atau supir taksi itu akan mengantarkan wisatawan menggunakan gerobak.
"Menjadi 8,79 persen pada 2016 jauh lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jatim yang masih tembus dua digit," katanya.

Kenapa bisa terasa signifikan? Ia memaparkan hal tersebut tak luput dari kerja sama langsung masyarakat dengan pemerintah, juga swasta, termasuk industri penunjang pariwisata seperti perhotelan, dan PT Angkasa Pura.

Menurut Anas, pada 2010 pertambahan homestay masyarakat sangat signifikan. Menurutnya di 2017 pertambahannya hingga 300 homestay.

"Masyarakat yang membangun desa sendiri, dari homestay pertamanya. Lalu di dalam homestay-nya dikasih atraksi wisata seperti membuat kerajinan, membuat kue, jadilah lama nginapnya," tutur Azwar Anas.

Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Untuk akomodasi, lanjut Anas, Banyuwangi sudah semakin siap dengan ratusan homestay yang tumbuh. Juga di Maret-April nanti akan ada tiga hotel dari Alila Group dan Aston Group yang siap beroperasi dengan jumlah kamar 100 lebih.

Untuk target wisatawan mancanegara pada 2018, Bupati Banyuwangi hanya menyebutkan angka lebih dari 100.000 wisatawan dalam setahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.