Menikmati Bekamal, Masakan Khas Using Banyuwangi yang Hampir Punah

Kompas.com - 09/02/2018, 06:18 WIB
Bekamal, kuliner khas Using Banyuwangi. Bekamal ditumis dengan cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat kalau dijadikan isian Sego Jajang, nasi yang dibungkus daun pisang lalu dibakar di dalam bambu. KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIBekamal, kuliner khas Using Banyuwangi. Bekamal ditumis dengan cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat kalau dijadikan isian Sego Jajang, nasi yang dibungkus daun pisang lalu dibakar di dalam bambu.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Ada salah satu masakan khas Suku Using di Banyuwangi yang hampir punah yaitu bekamal.

Makanan tersebut adalah daging sapi, ayam atau kambing yang sudah dibumbui dengan gula jawa, garam dan beberapa rempah-rempah lalu difermentasi selama beberapa hari.

Untuk memasaknya, daging yang sudah difermentasi tersebut dicuci bersih lalu ditumis dengan cabai, bawang merah dan bawang putih serta tomat.

(Baca juga : Asyik, Sekarang Citilink Terbang Langsung dari Jakarta ke Banyuwangi)

Menurut Syukron Makmur (30), warga Desa Gintangan, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, kepada Kompas.com, Rabu (7/2/2018) biasanya orang-orang tua dulu membuat bekamal pada saat Hari Raya Idul Kurban karena stok daging melimpah. Agar awet dan bisa dimakan lebih lama, maka daging kurban yang mereka dapatkan diolah menjadi bekamal.

"Bekamal adalah salah satu cara untuk mengawetkan daging. Kalau dulu setelah dibumbui dimasukkan ke dalam kendil lalu ditutup rapat-ratap hingga minimal 10 hari. Nah setelah dianggap matang baru diambil sedikit-sedikit untuk dimasak tumis dijadikan lauk. Daging ini mahal jadi perlakuannya memang beda. Kadang agar lebih banyak porsinya, dicampur dengan tempe," kata Syukron.

(Baca juga : 7 Makanan Khas Banyuwangi, Siapkan Perut Anda!)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, masyarakat di Desa Gintangan membuat bekamal hanya untuk konsumsi pribadi dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua. Sedangkan generasi muda, jarang ada yang membuat bekamal karena prosesnya yang cukup memakan waktu.

Bekamal dijadikan varian isi sego jajang atau nasi bambu. Bekamal merupakan kuliner khas Using Banyuwangi, Jawa Timur yang hampir punah.KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Bekamal dijadikan varian isi sego jajang atau nasi bambu. Bekamal merupakan kuliner khas Using Banyuwangi, Jawa Timur yang hampir punah.
Hal tersebut yang membuat Syukron Makmur ingin melestarikan kuliner khas Using tersebut agar tidak punah dengan membuat bekamal dengan merek Paglak Osing Gintangan yang diproduksi POkmas Kampung Durenan yang dikemas menggunakan plastik untuk mempermudah penjualan.

"Rata-rata setiap bulan kami membuat bekamal 3 sampai 4 kilo daging sapi dan ayam yang dikemas dengan ukuran 250 gram. Untuk ayamnya kita punya peternakan sendiri menggunakan ayam persilangan ayam kampung dan ayam potong. Dan yang digunakan hanya daging. Tulangnya tidak disertakan," jelas Syukron.

Menurutnya, hasil bekamal akan bagus jika selama 10 hari pembuatan bekamal dibiarkan saja di suhu ruangan baru kemudian disimpan di dalam lemari es bukan di dalam freezeer.

Syukron mengatakan, bekamal bisa dikonsumsi hingga lima bulan dari tanggal pembuatan. "Aromanya memang khas tapi katanya kalau disimpan lebih lama lebih enak," katanya sambil tersenyum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.