Kompas.com - 09/02/2018, 16:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Makam atau kuburan tionghoa memiliki karakteristik tersendiri. Selain bentuknya yang unik, berukuran besar, dan memiliki meja altar, hal lain yang menonjol adalah nisan atau disebut juga bongpai dalam bahasa Hokkian.

"Ada bongpai dari kayu, bongpai dari batu dengan ukiran nama standar, bongpai dari batu dengan ukiran nama dan stilistika motif ragam hias simbolik, dan yang kekinian bongpainya dibuat dari marmer," kata Pemerhati budaya China FIB-UI, Agni Malagina saat dihubungi KompasTravel, Rabu (7/2/2018).

(Baca juga : Mengapa Makam Tionghoa Berukuran Besar? Ini Penjelasannya...)

Agni menjelaskan biasanya lukisan-lukisan di bongpai atau sayap kanan kiri makam berupa ragam hias yang terkait erat dengan simbol religi, dewa-dewa, simbol-simbol keberuntungan, kesejahteraan, bakti dan makna-makna kebaikan. Selain lukisan, bisa juga fragmen (kutipan) yang mengisahkan kebaikan.

"Nah pada titik ini, ragam hias berupa fragmen kisah dewa atau manusia unggul, misal kisah bakti anak pada orang tua tidak hanya memiliki makna simbolik, namun juga memiliki makna sosial," kata Agni.

(Baca juga : Menelusuri Jejak-jejak Makam Tionghoa di Bekasi)

Pada momen ziarah kubur yang biasanya dilakukan saat Ceng Beng, pahatan pada bongpai menjadi sarana 'pendidikan' bagi keluarga. Orang tua yg membawa anak-anak untuk mengenal leluhur dapat melihat fragmen-fragmen yang terukir di makam.

"Ini bisa menjadi pelajaran bagi generasi muda. tentunya orang tua akan bercerita tentang 'mengapa di makam kakek nenek terukir kisah-kisah tersebut'," jelas Agni.

Selain lukisan dan fragmen, bahan yang digunakan untuk bongpai juga mencerminkan status orang yang dimakamkan. Menurut Agni zaman dahulu banyak yang tidak mampu dimakamkan dengan bongpai berbahan kayu. Pejabat atau orang kaya tionghoa biasanya dimakamkan dengan bongbai berbahan batu.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Travel Update
Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.