Kompas.com - 11/02/2018, 12:00 WIB
Suasana Candi Borobudur yang difoto dari Punthuk Setumbu, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (30/11/2017). Candi ini termasuk salah satu dari 4 lokasi wisata yang menjadi prioritas percepatan pembangunan, sebagaimana Presiden Jokowi menargetkan kunjungan wisatawan pada 2019 mencapai 20 juta orang dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata berada di ranking 30 dunia. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSuasana Candi Borobudur yang difoto dari Punthuk Setumbu, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (30/11/2017). Candi ini termasuk salah satu dari 4 lokasi wisata yang menjadi prioritas percepatan pembangunan, sebagaimana Presiden Jokowi menargetkan kunjungan wisatawan pada 2019 mencapai 20 juta orang dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata berada di ranking 30 dunia.


MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah bertekad mewujudkan 10 destinasi pariwisata utama Indonesia yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara, seperti halnya Bali. Salah satu destinasi yang dinilai layak itu adalah Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

"Tujuan kita membuat 10 "Bali baru" adalah membuat destinasi pariwisata kelas dunia. Candi Borobudur masuk dalam kriteria itu," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya, pada peluncuran Badan Otorita Pariwisata Borobudur di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2018) malam.

Arief menyebut Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang sudah ditetapkan UNESCO. Destinasi manapun di seluruh dunia jika sudah ditetapkan UNESCO maka layak menjadi destinasi utama.

Menurutnya, aksesbilitas adalah lini paling lemah yang selama ini menghampat pertumbuhan pariwisata. Maka dari itu pemerintah membangun bandara internasional di Kulonprogo, Yogyakarta, untuk membuka akses wisatawan mancanegara ke Borobudur.

"Paling lemah itu akses. Saya sangat yakin dan tidak pernah takut, kalau sudah ada bandara internasional maka amenitas, resort dan sebagainya akan relatif datang sendiri," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menggunting pita tanda peluncuran Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jumat (9/2/2018) malam.KOMPAScom/Ika Fitriana Menteri Pariwisata Arief Yahya menggunting pita tanda peluncuran Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jumat (9/2/2018) malam.

Arief menyatakan bahwa Candi Borobudur dipilih sebagai ikon pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pihaknya tidak akan membedakan kedua wilayah adnimistrasi tersebut.

"Kami tidak membedakan keduanya, hanya batas administrasi saja, karena tidak relevan batasan itu untuk sebuah destinasi wisata," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komitmen pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan pariwisata Borobudur adalah dengan telah terbentuknya Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur. Menurut Arief, lembaga ini merupakan wakil pemerintah pusat yang ditetapkan di Candi Borobudur.

"Nanti kalau ada apa-apa datang aja ke BOP. BOP itu dewan pengawas, ketuanya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, anggotanya semua menteri dan gubernur terkait. Sampaikan ke sana terutama terkait koordinatif, infrastruktur dan utilities dasar. Ini terbukti efektif, contohnya di Danau Toba," paparnya.

Sejumlah wisatawan berjalan menaiki Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2017). Candi ini termasuk salah satu dari 4 lokasi wisata yang menjadi prioritas percepatan pembangunan, sebagaimana Presiden Jokowi menargetkan kunjungan wisatawan pada 2019 mencapai 20 juta orang dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata berada di ranking 30 dunia.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Sejumlah wisatawan berjalan menaiki Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2017). Candi ini termasuk salah satu dari 4 lokasi wisata yang menjadi prioritas percepatan pembangunan, sebagaimana Presiden Jokowi menargetkan kunjungan wisatawan pada 2019 mencapai 20 juta orang dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata berada di ranking 30 dunia.

Zona Otoritatif

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Indonesia Hidden Heritage Week, Upaya Memajukan Wisata Sejarah Indonesia

Festival Indonesia Hidden Heritage Week, Upaya Memajukan Wisata Sejarah Indonesia

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Itinerary
5 Tempat Wisata di Sekitar Candramaya Pool and Resort Klaten

5 Tempat Wisata di Sekitar Candramaya Pool and Resort Klaten

Jalan Jalan
Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata Gunungkidul

Sepeda Motor Tidak Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata Gunungkidul

Travel Update
Rute dan Harga Tiket Masuk Candramaya Pool and Resort Klaten

Rute dan Harga Tiket Masuk Candramaya Pool and Resort Klaten

Jalan Jalan
7 Tips Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten, Reservasi dari Jauh Hari

7 Tips Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten, Reservasi dari Jauh Hari

Travel Tips
Mengintip Pesona Desa Penglipuran di Bali, Desa Terbersih Ketiga di Dunia

Mengintip Pesona Desa Penglipuran di Bali, Desa Terbersih Ketiga di Dunia

BrandzView
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Diizinkan Naik Kapal, Ini Aturannya Mulai 21 Oktober

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Diizinkan Naik Kapal, Ini Aturannya Mulai 21 Oktober

Travel Update
Syarat Baru Naik Kereta Api per 22 Oktober 2021, Tidak Wajib Bawa STRP

Syarat Baru Naik Kereta Api per 22 Oktober 2021, Tidak Wajib Bawa STRP

Travel Update
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Kereta Api Jarak Jauh, Ini Syaratnya

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Kereta Api Jarak Jauh, Ini Syaratnya

Travel Update
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat, Kereta Api, dan Kapal

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat, Kereta Api, dan Kapal

Travel Update
Bantul Terapkan Aturan Ganjil Genap Kendaraan Wisatawan hingga 24 Oktober

Bantul Terapkan Aturan Ganjil Genap Kendaraan Wisatawan hingga 24 Oktober

Travel Update
60 Persen Anggota PHRI Yogyakarta Kantongi QR Code PeduliLindungi

60 Persen Anggota PHRI Yogyakarta Kantongi QR Code PeduliLindungi

Travel Update
Aturan Perjalanan Terbaru Jadi Rujukan untuk Antisipasi Libur Nataru

Aturan Perjalanan Terbaru Jadi Rujukan untuk Antisipasi Libur Nataru

Travel Update
Pemerintah Wajibkan Tes PCR Sebagai Syarat untuk Naik Pesawat, Ini Alasannya

Pemerintah Wajibkan Tes PCR Sebagai Syarat untuk Naik Pesawat, Ini Alasannya

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.