Kompas.com - 13/02/2018, 21:00 WIB
Seporsi bubur sup ayam khas Cirebon, berisikan suun, cacahan kol, seledri, bawang, kacang, daging ayam dan kuah kaldu yang amat banyak. Hidangan ini cocok menemani Anda di pagi hari sebelum menjelajahi wisata Cirebon. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASeporsi bubur sup ayam khas Cirebon, berisikan suun, cacahan kol, seledri, bawang, kacang, daging ayam dan kuah kaldu yang amat banyak. Hidangan ini cocok menemani Anda di pagi hari sebelum menjelajahi wisata Cirebon.

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam merayakan Tahun Baru Imlek, biasanya warga etnis Tionghoa akan berkunjung ke kediaman sanak saudara dan makan malam bersama. Ketika itu pula akan hadir beberapa sajian wajib saat Imlek.

Beberapa sajian yang biasanya ada saat Imlek diantaranya kue keranjang, jeruk mandarin, rebung, hingga pindang bandeng.

Meski demikian, ada pula beberapa makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh etnis Tionghoa saat merayakan Tahun Baru Imlek.

Hal tersebut dikatakan oleh Aji Chen Bromokusomo dari Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia atau juga peneliti budaya dan kuliner Tionghoa.

“Saat Imlek, ada makanan yang tidak boleh ada. Seperti bubur, dan makanan yang berkulit tajam, misalnya salak,” kata Aji kepada KompasTravel saat dihubungi, Selasa (13/2/2018).

Buah salakpaulprescott72 Buah salak
Ia menjelaskan, sajian bubur sendiri memiliki makna tersendiri sehingga tidak dapat dikonsumsi saat Imlek. Bubur dianggap memiliki pengharapan yang buruk.

“Bubur dianggap seperti orang susah atau orang miskin. Bubur itu kan nasi yang sudah terlanjur menjadi bubur,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain bubur, makanan dengan kulit yang tajam pun tidak boleh dikonsumsi. Menurut Aji, kulit makanan yang tajam ini memiliki makna seperti tantangan yang mempersulit kehidupan.

Tak hanya soal sajian atau pun makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat Imlek. Dia mengatakan, adapula larangan untuk tidak membersihkan lantai di rumah saat hari pertama Imlek. Sebab, jika menyapu atau mengepel lantai dianggap membuang-buang rezeki.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.