Bandara Banyuwangi Targetkan Layani Rute Internasional pada 2019

Kompas.com - 16/02/2018, 14:10 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Presdir Sriwijaya Air Chandra Lie (kiri) tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (16/6/2017) menggunakan pesawat NAM Air yang melayani penerbangan perdana Jakarta-Banyuwangi. ARSIP KEMENPARMenteri Pariwisata Arief Yahya dan Presdir Sriwijaya Air Chandra Lie (kiri) tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (16/6/2017) menggunakan pesawat NAM Air yang melayani penerbangan perdana Jakarta-Banyuwangi.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Bandara Banyuwangi ditargetkan bisa melayani rute internasional pada tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/2/2018).

Menurut Menpar, Kabupaten Banyuwangi sudah memiliki tiga kriteria sebagai prasyarat menjadi destinasi utama, yaitu atraksi wisata mendunia, amenitas pendukung yang lengkap, dan akses yang semakin mudah.

"Atraksi di Banyuwangi lengkap bahkan tiga dari 77 event masuk top 100 internasional. Nah jika akses dibuka dengan adanya bandara internasional maka jumlah wisatawan asing yang berkunjung akan bertambah. Hal ini penting karena 60 persen wisatawan maunya terbang langsung," kata Arief Yahya.

Baca juga : Citilink Terbang ke Banyuwangi

Ia menambahkan rute penerbangan internasional yang bisa dibuka kemungkinan besar adalah Singapura, Australia dan Malaysia.

Barong Ider Bumi yang digelar di Desa Kemiren Senin (26/6/2017)KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Barong Ider Bumi yang digelar di Desa Kemiren Senin (26/6/2017)
Selain itu, Banyuwangi juga memiliki momentum sangat baik untuk menjadi bandara internasional karena pada Oktober 2018 digelar pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali yang dihadiri 17.000 undangan delegasi dari seluruh dunia. Sebagian delegasi akan mendarat dan parkir pesawat di Bandara Banyuwangi.

”Itu momentum luar biasa. Banyuwangi sudah siapkan paket-paket wisata, kementerian mendukung penuh,” ujar Arief.

Baca juga : Begini Selera Turis yang Datang ke Banyuwangi

Saat ini, untuk wisatawan domestik ke Banyuwangi sebanyak 497.000 wisatawan pada 2010 melonjak menjadi 4,01 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan mancanegara (wisman) naik dari 5.205 (2010) menjadi 91.000 wisman (2017) dengan pendapatan devisa Rp 546 miliar.

Sementara itu Dirut PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi, M. Awaluddin, mengatakan, pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan maskapai internasional. Salah satunya Jetstar, maskapai asal Australia.

”Jetstar sudah kajian, bahkan survei sendiri ke lapangan. Saya kaget. Mereka tertarik, meminta tambah beberapa fasilitas yang diperlukan sebagai bandara internasional, seperti counter imigrasi,” jelasnya.

Rumah apung di Bangsring Underwater, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Rumah apung di Bangsring Underwater, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Untuk menjadi bandara internasional, Angkasa Pura II menginvestasikan dana Rp 400 miliar antara lain untuk memperpanjang runway dan perluasan apron.

“Awalnya hitungan kita Rp 300 miliar, tapi melihat prospek Banyuwangi kami tambah jadi Rp 400 miliar. Nanti 2019 runway-nya diperpanjang lagi 2.800 meter dan lebarnya dari 30 meter menjadi 45 meter,” ujar Awaluddin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X