Kompas.com - 17/02/2018, 20:24 WIB
Chef Masami Okamoto Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Chef Masami Okamoto

Chef Masami saat ini menjabat sebagai Executive Chef Keyaki Restaurant, salah satu restoran Jepang tertua di Jakarta yang berlokasi di Hotel Sari Pan Pacific. Ia sendiri telah berkarir menjadi chef masakan Jepang selama 29 tahun.

Masami mengawali karirnya di Jepang. Sebelum berkarir di Indonesia pada tahun 2001, ia sempat bekerja di Eropa, yaitu di Perancis dan Jerman.

"Cara orang Indonesia makan sushi dan sashimi itu tidak salah. Tapi kalau kita orang Jepang lihatnya, itu bagi kita terlihat aneh," kata Masami.

Baca juga : Mencicipi Kaisen-don, Nasi dengan Topping Sashimi di Hokkaido

Ia menuturkan orang Jepang saat menikmati sushi atau sashimi, mengejar cita rasa asli dari kesegaran ikan atau bahan laut yang digunakan. Jadi, lanjutnya, shoyu dan wasabi sifatnya hanya membantu mengangkat rasa saja. Bukan malah menjadi rasa yang dominan.

Karena menggunakan ikan dan bahan laut yang mentah, rasa asli yang terasa pun begitu halus. Sementara shoyu memiliki rasa asin yang kuat. Sedangkan rasa kuat dari wasabi yang beredar di Indonesia adalah pedas yang menghentak. Ketika sushi dan sashimi terlalu banyak terkena shoyu dan wasabi, rasa asli dari ikan pun jadi kalah dari shoyu dan wasabi.

Selain itu, rasa shoyu berkualitas tinggi bisa rusak jika dicampur wasabi. Sebaliknya, parutan wasabi asli yang segar bisa rusak rasanya jika dicampur shoyu. Oleh karena itu, menurut Masami, di satu sisi kebiasaan orang Indonesia mencampur wasabi ke dalam shoyu sebenarnya tak masalah.

Sebab, wasabi yang beredar di Indonesia bukanlah wasabi asli, melainkan wasabi bubuk. Wasabi macam ini rasanya pedasnya terlalu kuat. Jadi tak masalah dicampur ke shoyu agar rasa pedas wasabi berkurang.

Orang Jepang tidak menggunakan wasabi dalam jumlah yang banyak. Namun, Masami memberikan pengecualian jika jenis ikan yang dimakan adalah ikan yang berminyak seperti bagian perut ikan salmon, maka tak masalah gunakan wasabi lebih banyak.

Berbeda dengan orang Jepang, orang Indonesia cenderung menyukai rasa yang kuat, termasuk rasa pedas. Tak heran, orang Indonesia senang menggunakan wasabi dalam jumlah yang banyak.

Masami pun mengingat pengalaman pertamanya saat baru tiba di Indonesia dan mencicipi makanan Indonesia. "Semua pedas sekali, perut saya tidak kuat, sakit terus. Tapi setelah tiga bulan, baru perut saya kuat," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X