Panen Durian di Baduy, Yuk Wisata Durian...

Kompas.com - 19/02/2018, 08:23 WIB
Penduduk Baduy Luar memikul durian yang baru dipanen, Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAHPenduduk Baduy Luar memikul durian yang baru dipanen, Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018).

BANTEN, KOMPAS.com – Untuk Anda pecinta buah durian, tentu saja harus menyicipi buah durian yang dipanen langsung dari Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Di bulan Februari ini merupakan waktunya panen durian di Desa Adat Baduy. KompasTravel pun sempat berkunjung ke sana. Sepanjang jalan menuju Terminal Ciboleger, banyak sekali penduduk yang menjual durian. Saya pun masih sekadar melihat-lihat. Beberapa penduduk membawa durian tersebut ke luar dari wilayah desa adat untuk dijual di luar.

Baca juga : Silaturahmi Sambil Menikmati Durian di Baduy

Sesampainya di Terminal Ciboleger, saya pun mulai berjalan kaki ke Kampung Kaduketug, Baduy Luar. Di desa tersebut tercium sekali aroma buah durian yang begitu menarik perhatian saya. Di sana banyak penduduk yang menumpuk durian di pinggir jalan tepat para wisatawan melintas, sehingga bisa dibeli oleh wisatawan.

Durian hasil panen di Baduy, Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018).KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Durian hasil panen di Baduy, Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018).

Saya pun terus melanjutkan perjalanan ke Kampung Balingbing. Di perjalanan setapak, lagi-lagi saya bertemu penduduk mulai dari anak-anak hingga usia dewasa memikul buah durian untuk di bawa ke Kampung Kaduketug.

Baca juga : Aktivis Sahabat Baduy: Banyak Informasi Ngaco tentang Baduy

Sesampainya di Kampung Kaduketug, saya pun akan bermalam di rumah penduduk. Terlalu gembira, karena saya bersama rombongan langsung disuguhkan durian yang begitu menggoda.

Begitu saya mencicipi durian tersebut begitu manis dan legit. Ukuran durian pun ada yang kecil dan ada pula yang besar. Lalu warna dari daging durian asli Baduy ada yang bewarna putih dan kuning. Meski demikian, tak mengubah rasa durian yang saya cicipi.

Baca juga : Yuk... Belajar dari Kearifan Lokal Masyarakat Baduy

Ada pula durian dengan tekstur seperti mentega, begitu daging durian bersentuhan dengan lidah, rasanya begitu menyenangkan. Rasa manis, legit dan lembutnya durian bercampur di mulut saya.

Komunitas sahabat baduy berkunjung untuk silaturahmi dan menikmati durian di Baduy, Banten, Minggu (18/2/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Komunitas sahabat baduy berkunjung untuk silaturahmi dan menikmati durian di Baduy, Banten, Minggu (18/2/2018).

Penduduk Baduy yang begitu ramah terlihat begitu senang ketika para wisatawan menikmati durian hasil panen mereka.

Salah satu tokoh adat Baduy, Ayah Mursid mengatakan panen durian di Baduy dalam setahun bisa dua kali. Namun, tergantung pada cuaca.

“Di bulan Februari ini lagi panen (durian). Kalau pas kebetulan lagi musimnya, sebetulnya bisa (dinikmati) para pengunjung (yang datang ke Baduy). Bisa juga dijual ke luar (Baduy),” kata Ayah Mursid kepada KompasTravel, di Kampung Gejebo, Desa Adat Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X