Pesona Gunung Krakatau Kalahkan Gunung-gunung Api Negara Lain

Kompas.com - 27/02/2018, 18:00 WIB
Wisatawan domestik mengikuti tur Gunung Anak Krakatau saat acara Festival Krakatau 2012. KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI FWisatawan domestik mengikuti tur Gunung Anak Krakatau saat acara Festival Krakatau 2012.

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu gunung api di Indonesia yakni Gunung Krakatau masuk dalam nominasi di kompetisi Volcano Cup 2018. Kompetisi ini diadakan oleh vulkanolog Dr Janine Krippner di media sosial Twitter.

Hingga saat ini, Gunung Krakatau mengalahkan gunung-gunung api negara lain berdasarkan pilihan warganet. Saat ini Gunung Krakatau berada pada fase perempat final untuk berlomba dengan Gunung Fuego di Guatemala.

Jika Gunung Krakatau mendapatkan vote lebih banyak, maka akan masuk ke semifinal 2 dan bersaing keunikan dari Gunung Etna di Italia.

Jika Krakatau memenangkan kompetisi ini, maka segala fakta dan keunikan dari gunung tersebut akan dibahas dan dikupas tuntas oleh para vulkanologis di Twitter.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Subbidang Mitigasi Bencana Geologi Wilayah Timur dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana mengatakan menerima dengan senang hati jika Gunung Krakatau bisa menjadi pilihan masyarakat dunia.

“Kita senang saja. Dari kompetisi ini begitu banyak manfaatnya yang bisa didapatkan masyarakat Indonesia dan di dunia. Sehingga mereka tahu informasi menarik dari para vulkanolog tentang gunung yang ada di Indonesia dan di luar negeri,” ujar Devy saat dihubungi KompasTravel, Selasa (27/2/2018).

Bahkan jika Gunung Krakatau masuk dalam fase berikutnya, Devy menilai bisa membuat gunung api tersebut semakin terkenal. Alhasil bisa menarik para turis asing untuk wisata melihat gunung api di Indonesia.

“Di sisi lain ini bisa juga membuat (Krakatau) makin terkenal, dan turis akan datang. Kita orang Indonesia senang saja mau dibahas, apalagi kalau nanti turis asing mau datang. Mungkin banyak orang asing yang baru tahu soal Krakatau dan jadinya mereka mau datang dan wisata ke sini (Indonesia),” kata Devy.

Gunung KrakatauBARRY KUSUMA Gunung Krakatau

Adapun beberapa negara yang masuk dalam Vulcano Cup 2018 antara lain Indonesia, Amerika, New Zealand, Mexico, Chile, Jepang, Iceland, Italia, Filipina, Guatemala. Masing-masing negara memiliki empat gunung yang masuk dalam nominasi.

Gunung-gunung yang terpilih, menurut Devy merupakan gunung yang terkenal dari setiap negaranya.

Adapun, Gunung Krakatau kini mendapat pilihan voting lebih tinggi dibandingkan Gunung Fuego, Guatemala yaitu 52 persen. Total pemilih Gunung Krakatau dan Gunung Fuego yaitu 2.298 pemilih.

Selanjutnya, kata Devy, dalam Volcano Cup 2018 ini seluruh masyarakat dunia bisa bertanya terkait gunung api melalui media sosial Twitter yang nanti akan dijawab oleh pakarnya atau para vulkanolog.

“Misalnya saja contoh sederhana, jika gunung api meletus kemudian bandara ditutup. Banyak orang yang tidak tahu alasannya. Nah, di sini juga dibahas bahwa abu vulkanik jika terlihat dari dekat bentuknya kristal. Sehingga jika masuk ke dalam mesin pesawat bisa merusak bahkan mematikan mesin. Jadi banyak ilmu yang sederhana dan berusaha kita (vulkanolog) sampaikan,” kata dia.

Volcano Cup 2018 ini sendiri kata Devy, bukanlah kompetisi yang resmi dari institusi vulkanologi internasional.

Akan tetapi, ini adalah sebuah cara yang dilakukan para vulkanolog untuk menyampaikan fakta-fakta dari gunung api kepada masyarakat dengan cara yang tidak membosankan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X