Kompas.com - 02/03/2018, 20:15 WIB
Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANKemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018)


SINGKAWANG, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Festival Cap Go Meh 2569 di Singkawang Kalimantan Barat, Jumat (2/3/3018) pagi.

Pembukaan secara simbolis tersebut dilakukan dengan memukul gendang untuk melepas konvoi pawai tatung bersama Menpora Imam Nahrawi, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Ketua Panitia Tjhai Leonardi.

Lukman hadir dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan bahwa perhelatan Cap Go Meh merupakan salah satu pengajaran pengalaman agama dari leluhur dengan segala kearifan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Menurutnya, segenap masyarakat melaksanakan perannya sesuai konteks apabila dapat meresapi maka akan sanggup menghadapi tantangan besar, membangun bangsa yang tangguh dan kuat serta menjaga kebersamaan antara umat beragama.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Menpora, Wali Kota Singkawang dan Ketua Panitia memukul gendang secara simbolis dalam rangkaian Festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Menpora, Wali Kota Singkawang dan Ketua Panitia memukul gendang secara simbolis dalam rangkaian Festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018)

"Bangsa Indonesia yang berlatar adat istiadat budaya yang beragam ini harus terus meningkatkan tali silaturahim, membangun persaudaraan persaudaraan yang tulus, meningkatkan tolong menolong serta mengatasi masalah sosial, maka kebersamaan kita merupakan sumber kekuatan untuk mewujudkan sebuah bangsa yang besar," ujar Lukman, Jumat pagi.

"Karena keberagaman dan kemajemukan itulah diantara sesama kita bisa saling memberi, saling mengisi, saling melengkapi dan saling menyempurnakan," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lukman juga mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa memahami, menyadari dan mengamalkan pemahaman bahwa budaya dan tradisi yang ada ditengah kita yang sangat beragam ini hakekatnya adalah wujud pengamalan keagamaan kita.

"Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih tiada terhingga kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah mampu menjaga tradisi yang baik setiap tahun dalam merayakan Imlek dan Cap Go Meh ini" katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.