Keliling Dunia Bareng Nasi Goreng...

Kompas.com - 03/03/2018, 08:04 WIB
Nasi goreng Italia, salah satu menu unggulan dari Kedai Nasi Goreng Dunia di Purwokerto. KOMPAS.com/IQBAL FAHMINasi goreng Italia, salah satu menu unggulan dari Kedai Nasi Goreng Dunia di Purwokerto.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Siapa bilang keliling dunia itu mahal? Siapa bilang keliling dunia itu ribet? Di Kedai Nasi Goreng Dunia, siapa pun akan dibawa berkeliling dunia tanpa harus mahal dan pastinya tanpa perlu ribet. Cukup merogoh kocek Rp 12.000, Anda dapat berkeliling dunia dalam petualangan cita rasa boga dari dari 10 negara.

"Kami menyediakan menu nasi goreng dengan karakter dari 10 negara, yakni Indonesia, Jepang, Korea, India, Thailand, Malaysia, China. Ada juga menu nasi goreng western seperti Italia, Amerika, dan Meksiko," kata Manajer Kedai Nasi Goreng Dunia, M Iqbal Fahmi.

Baca juga : Mencicipi Yakimeshi, Nasi Goreng Khas Jepang

Secara karakter, menurut Iqbal, kesepuluh menu nasi goreng ini memiliki dominasi rasa yang benar-benar berbeda. Diferensiasi rasa ini timbul karena setiap menu nasi goreng ditumis menggunakan bumbu dasar yang berbeda-beda.

Iqbal menjelaskan, menu nasi goreng western identik dengan varian saus, sehingga ada rasa masam manis yang halus. Sedangkan nasi goreng oriental (Asia), kekuatan rasanya keluar dari bumbu rempah yang membuat hidangan menjadi gurih dan spicy.

Baca juga : Tak Hanya Indonesia, Ada 5 Negara di Asia yang Punya Nasi Goreng

“Untuk nasi goreng Italia, kami menggunakan saus bolognese, jadi rasanya seperti makan spaghetti. Amerika pakai saus barbeque, dan nasi goreng meksiko kami masak dengan saus salsa (tomato sauce homemade),” ujarnya.

Sedangkan untuk nasi goreng oriental seperti Jepang, lanjut Iqbal, memiliki karakter gurih-manis dengan rempah teriyaki dan taburan topping rumput laut. Berbeda dengan nasi goreng korea yang menggunakan bumbu dasar lada hitam, atau nasi goreng india yang memakai campuran kare sebagai bumbu dasarnya.

“Kami juga memiliki dua menu alternatif yang tak kalah spesial bagi pelanggan yang tidak suka dengan rasa manis (kecap). Dua menu itu yakni nasi goreng malaysia dan china, keduanya tidak memakai kecap manis, jadi full gurih,” katanya.

Tidak kalah spesial dengan menu lainya, nasi goreng thailand memiliki rasa masam yang berasal dari bumbu tomyum. Nasi goreng thailang memiliki cita rasa sangat segar jika diberi sedikit sentuhan pedas, dan dilahap dengan topping nanas. Terakhir, menu yang tidak ada tandingannnya, tidak lain adalah nasi goreng indonesia, gurih manis dengan rempah-rempah pilihan.

“Kalau ngomong soal kuliner nusantara, seperti sulit untuk tidak membayangkan petai, jadi kami sediakan juga toping tambahan petai bagi yang menggemari,” ujarnya.

Penasaran untuk mencoba menu 10 nasi goreng ini? datang saja ke kedai nasi goreng dunia di Jalan Dr Soeparno Nomor 60, Kelurahan Karangwangkal, Purwokerto Utara. Atau bagi yang berdomisili di Purbalingga, Anda dapat mampir ke Kedai Nasi Goreng Dunia di depan kompleks Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga.

“Kami buka setiap pukul 12.00-24.00 WIB, kami juga melayani delivery order melalui akun resmi dan layanan kirim daring,” ujarnya.

Nasi Goreng yang Menyatukan Dunia

Satu pertanyaan yang sering muncul dari pelanggan ketika datang ke kedai Nasi Goreng Dunia adalah, “Dapat ide dari mana?” atau “Ini benar-benar pernah ke sana (keliling dunia)?”.

Tidak dipungkiri, insiprasi membuat kreasi nasi goreng dunia adalah pengalaman pemilik nasi goreng dunia, M Rendi Alfian saat bekerja di kapal pesiar Emerald Princess.

Selain berkeliling dunia, Rendi yang bertugas di bagian food and beverage product ini juga belajar mengenai berbagai kuliner dari banyak negara. Hal inilah yang menginspirasi Rendi membuat sebuah produk yang dapat mengangkat karakter negara-negara yang pernah disinggahi, namun juga cocok di lidah orang Indonesia.

“Saya ingin berbagi pengalaman berkeliling dunia kepada teman-teman, jadi gak perlu jauh dan ribet ngurus paspor, cukup makan menu saya saja,” kata laki-laki yang akrab disapa Ucup tersebut.

Berbicara soal teknik, menurut Ucup, tidak semua orang bisa membuat nasi goreng yang sempurna. Selain tahapan memasak bahan harus tepat dan presisi, adonan yang sudah masuk juga harus diaduk dengan cepat dan ritmis, agar bumbu benar-benar tercampur merata.

“Dan yang paling penting, feel kita dengan api, kapan harus bermain api kecil, kapan harus api besar,”

Inisiatifnya untuk membuat kreasi nasi goreng dunia juga tidak lepas dari satu misi perdamaian. Dia menganalogikan posisi nasi gorengnya dengan soto di nusantara.

Seperti diketahui, hampir setiap daerah di Nusantara memiliki kuliner sotonya masing-masing, seperti soto makasar, soto lamongan, atau soto sokaraja. Dari ratusan jenis soto yang ada di Nusantara, tak ada satu jenis soto yang mendominasi yang lain, mereka hidup dengan selaras bahkan menjadi satu komoditi untuk mempersatukan.

“Jika soto saja bisa menyatukan Nusantara, saya ingin suatu saat nanti, nasi goreng bisa jadi komoditi untuk menyatukan dunia,” cetusnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X