Kompas.com - 09/03/2018, 10:34 WIB
Terdapat sekitar 400-500 kera yang hidup di kawasan Goa Kreo. Kera-kera ini liar namun dilindungi oleh pemerintah setempat. Kehadirannya juga selalu menemani pengunjung saat berwisata ke Goa Kreo. KOMPAS.COM/ALEK KURNIAWANTerdapat sekitar 400-500 kera yang hidup di kawasan Goa Kreo. Kera-kera ini liar namun dilindungi oleh pemerintah setempat. Kehadirannya juga selalu menemani pengunjung saat berwisata ke Goa Kreo.

SEMARANG, KOMPAS.com - Keberadaan kera ekor panjang di kawasan Argo Wisata Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Gunungpati, Semarang menjadi daya pikat tersendiri bagi para pengunjung.

Populasi kera di sana mencapai kisaran 300 ekor. Ada atraksi yang sangat ditunggu pengunjung, yakni atraksi panjat pinang antar-kera.

Dalam hal ini, Kepala UPTD Argo Wisata Goa Kreo, Mamit Sumitra menuturkan bahwa atraksi tersebut digelar setiap Minggu siang.

Baca juga : Berminat Wisata Malam di Semarang? Ini Tempatnya...

Namun tak jarang pula, lanjut Mamit, pihaknya sering mengadakan atraksi kera panjat pinang saat musim liburan tiba.

"Pengunjung kebanyakan paling senang memberi makan kera sambil melihat atraksi panjat pinang. Itu yang membuat banyak orang tertarik datang ke Goa Kreo," kata Mamit kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/3/2018).

Pengunjung Gua Kreo Semarang tampak antusias dengan kehadiran kera-kera di sekitar tempat wisata, Rabu (03/05/2017).KOMPAS.COM/ALEK KURNIAWAN Pengunjung Gua Kreo Semarang tampak antusias dengan kehadiran kera-kera di sekitar tempat wisata, Rabu (03/05/2017).
Lebih lanjut, Mamit menjelaskan bahwa saat digelar panjat pinang, pihaknya selalu memasang benda-benda yang dapat menarik perhatian kawanan kera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benda-benda itu bisa berupa pisang, buntelan kacang dan sejenisnya.

Baca juga : Ini Kata Para Dubes Uni Eropa Usai Keliling Kampung Pelangi Semarang

Untuk akhir pekan, Mamit menjelaskan, kunjungan wisatawan ke Goa Kreo naik dua kali lipat atau sebanyak 1.500 orang. Dibanding hari biasa, pengunjung hanya mentok mencapai 300 orang per hari.

Untuk terus meningkatkan jumlah pengunjung, menurut Mamit, pihaknya kini juga berupaya merangkul komunitas pecinta motor (biker).

Goa Kreo di Semarang, Jawa Tengah. Foto diambil 28 Juni 2014.   TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA Goa Kreo di Semarang, Jawa Tengah. Foto diambil 28 Juni 2014.
Dalam setahun, para biker yang menggelar acara di Kreo bertambah banyak seiring adanya kemudahan perizinan yang diberikan oleh pihaknya.

"Meski begitu, tetap harus membayar tiket masuk. Keberadaan para biker ini bisa memberikan kontribusi cukup bagus bagi kegiatan pariwisata di kawasan Goa Kreo," lanjut Mamit. (Tribun Jateng)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Jalan Jalan
Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Travel Update
Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Jalan Jalan
Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.