Musim Sakura Tiba, Apa Artinya bagi Orang Jepang?

Kompas.com - 10/03/2018, 09:15 WIB
Suasana Ueno Park saat musim semi KOMPAS.COM/Alek KurniawanSuasana Ueno Park saat musim semi

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim sakura yang jatuh pada Maret hingga Mei di Jepang berhasil menjadi magnet bagi wisatawan dunia. Bukan hanya wisatawan, masyarakat Jepang sendiri menyambut musim sakura dengan sukacita. Mekarnya sakura menjadi momen berbahagia bagi msyarakat Jepang, mengapa?

"Bunga sakura ini hanya mekar satu minggu dalam satu tahun. Jadi kami tidak mau melewatkan, kami merayakannya," kata Executive Director Jakarta Office Japan National Tourism Organization, Hideki Tomioka saat ditemui di Japan Travel Fair di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Baca juga : Catat, Ini Jadwal Mekar Bunga Sakura di Jepang Tahun 2018

Musim sakura juga menandakan pergantian musim dingin ke musim semi, yang mana menurut Hideki suhu menjadi lebih bersahabat. Jadi tak heran masyarakat Jepang berpiknik ketika musim sakura.

"Namanya hanami. Intinya kami makan dan minum saat hanami. Biasa di akhir pekan bersama keluarga atau setelah pulang kantor kami buka tikar, barbeque panggang makanan di bawah pohon sakura," jelas Hideki.

Baca juga : Ini Salah Satu Tempat Terbaik Melihat Bunga Sakura di Jepang

Hanami bahkan menjadi sebuah tradisi di Jepang, karena sudah sangat lama dilakukan oleh masyarakat di sana.

Suasana sakura mekar pada musim semi tampak indah, menjadikannya sebagai salah satu unggulan atraksi wisata alam wilayah Tohoku, Jepang. Tampak sakura bermekaran di Taman Hirosaki, Prefektur Aomori.KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Suasana sakura mekar pada musim semi tampak indah, menjadikannya sebagai salah satu unggulan atraksi wisata alam wilayah Tohoku, Jepang. Tampak sakura bermekaran di Taman Hirosaki, Prefektur Aomori.
Hal lain mengapa musim sakura juga menjadi momen bahagia bagi masyarakat Jepang karena musim semi menandakan hal-hal baru.

"Kami merayakan tahun baru tanggal satu Januari, tetapi saat musim semi tiba ini kantor dan tahun ajaran baru sekolah dimulai. Jadi anak-anak banyak yang berfoto dengan teman sekelas berlatar bunga sakura. Kalau musim sakura juga banyak promo makanan di restoran," kata Hideki.

Terakhir ia menyarankan bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke Jepang saat musim sakura.

" Sakura hanya untuk dipandangi, tidak untuk dipegang," kata Hideki. Dengan kata lain lebih baik jangan mencoba memetik atau menggoyangkan pohon sakura saat berhanami ria di Jepang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X