Mau Liburan Saat Nyepi di Bali? Ini Tipsnya.. - Kompas.com

Mau Liburan Saat Nyepi di Bali? Ini Tipsnya..

Kompas.com - 12/03/2018, 20:30 WIB
Umat Hindu berjalan sambil membawa sesaji menuju tempat berlangsungnya ritual Melasti untuk menyambut Hari Raya Nyepi, di kawasan Pantai Marina Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/3/2018). Melasti merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan Nyepi yang bertujuan untuk membersihkan diri dari segala bentuk perbuatan buruk  masa lalu.ANTARA FOTO/R REKOTOMO Umat Hindu berjalan sambil membawa sesaji menuju tempat berlangsungnya ritual Melasti untuk menyambut Hari Raya Nyepi, di kawasan Pantai Marina Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/3/2018). Melasti merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan Nyepi yang bertujuan untuk membersihkan diri dari segala bentuk perbuatan buruk masa lalu.


JAKARTA, KOMPAS.com – Di akhir pekan ini umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi, tepatnya pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2018. Ketika berlangsungnya hari raya ini, umat Hindu akan melakukan empat pantangan atau biasa dikenal dengan brata penyepian.

Empat diantaranya amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Nyepi biasanya dimulai pukul 06.00 Wita dan berlangsung selama 24 jam sejak matahari terbit.

Salah satu pantangan yang begitu terasa untuk para wisatawan adalah amati lelungan. Di mana para turis pun harus mengikuti aturan tersebut, tidak diperbolehkan jalan-jalan ke luar penginapan selama Nyepi.

Bila tetap memaksa untuk bepergian, nantinya akan ada polisi adat atau pecalang yang mengawasi ketertibaan saat pelaksaan Nyepi.

Tertarik untuk liburan ke Bali saat Nyepi? KompasTravel menghimpun beberapa tipsnya untuk Anda berikut ini.

Suasana Nyepi di Bandara Ngurah Rai, Rabu (9/3/2016) lalu.KOMPAS.com/SRI LESTARI Suasana Nyepi di Bandara Ngurah Rai, Rabu (9/3/2016) lalu.

1. Perhatikan pemesanan tiket pesawat

Ketika Anda memilih berkunjung ke Bali saat Nyepi, pastikan sudah memesan tiket pesawat dengan keberangkatan sebelum Hari Raya Nyepi, dan tiket pulang usai Nyepi.

Di saat Hari Raya Nyepi, Pihak Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai biasanya menginformasikan kepada pihak maskapai dan biro perjalanan untuk menutup semua pembelian tiket.

Saat Nyepi pula, bandara, pelabuhan, dan terminal diliburkan. Sehingga sebaiknya lakukan perencaan dengan baik.

Suasana saat Nyepi pada 28 Februari 2014 lalu di jalan Pantai Kuta, Bali.KOMPAS.COM/SRI LESTARI Suasana saat Nyepi pada 28 Februari 2014 lalu di jalan Pantai Kuta, Bali.

2. Tidak keluar dari penginapan dan tidak membuat keributan

Ada aturan yang melarang agar tidak bepergian saat Nyepi, termasuk untuk para turis agar tidak keluar dari penginapan.

Bila bosan di dalam kamar hotel, Anda bisa menikmati fasilitas hotel atau pun berjalan-jalan di lingkungan hotel. Seperti halnya jogging, kelas yoga, dan berenang.

Nah jika Anda hanya berdiam diri di kamar, sebaiknya tidak menggunakan volume yang terlalu besar. Anda bisa kecilkan suara televisi agar tidak membuat keributan.

Seluruh jalanan di Pulau Bali sepi pada hari raya Nyepi menyambut tahun baru caka 1937, Sabtu (21/3/2015). Selama 24 jam, umat Hindu Bali melaksanakan ajaran caturbrata (amati geni, amati lelanguan, amati lelungan, dan amati karya). Tidak seorang pun boleh berpergian tanpa seizin pecalang, petugas keamanan adat setempat. Sebuah ogoh-ogoh masih dibiarkan tidak dibakar di pinggir jalan depan Banjar Kancil, Kerobokan, Kabupaten Badung setelah di arak berkeliling desa oleh para pemuda di malam menjelang penyepian.KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Seluruh jalanan di Pulau Bali sepi pada hari raya Nyepi menyambut tahun baru caka 1937, Sabtu (21/3/2015). Selama 24 jam, umat Hindu Bali melaksanakan ajaran caturbrata (amati geni, amati lelanguan, amati lelungan, dan amati karya). Tidak seorang pun boleh berpergian tanpa seizin pecalang, petugas keamanan adat setempat. Sebuah ogoh-ogoh masih dibiarkan tidak dibakar di pinggir jalan depan Banjar Kancil, Kerobokan, Kabupaten Badung setelah di arak berkeliling desa oleh para pemuda di malam menjelang penyepian.

3. Hanya lampu kamar hotel yang menyala

Ketika Nyepi, semua lampu hotel bagian luar harus dimatikan dan tidak ada sedikit pun cahaya yang ke luar. Termasuk lampu balkon, jika di kamar hotel Anda dilengkapi dengan balkon.

Bila Anda menyalakan lampu kamar, maka sebaiknya tutup jendela menggunakan tirai serapat mungkin, agar cahaya tidak terpapar ke luar.

4. Berlaku sopan saat upacara

Akan ada rangkaian upacara adat sebelum Nyepi digelar. Ketika Anda melihat upacara adat sebaiknya bersikap dan berpakaian sopan. Salah satunya yaitu tidak berjalan di depan rombongan umat atau melangkahi sesajen yang baru saja dihaturkan.

Rumah Sakit Sanglah Denpasar KOMPAS.com/SRI LESTARI Rumah Sakit Sanglah Denpasar

5. Minta bantuan petugas hotel jika sakit

Bila kondisi tubuh menurun, merasa sakit dan perlu konsultasi ke dokter, maka segera minta bantuan ke petugas hotel untuk mencari ambulans. Biasanya akan ada ambulans dari rumah sakit untuk menjemput Anda. Perlu diketahui hanya ambulans kendaraan yang boleh berpergian selama Nyepi.


6. Siapkan makanan dan perbekalan lainnya

Karena selama Nyepi semua toko di Bali akan tutup, sebaiknya persiapkan segala kebutuhan sehari sebelumnya. Siapkan persediaan makanan pagi, siang, malam, camilan, hingga obat-obatan.

Komentar
Close Ads X