5 Alasan Mengapa Wajib Pelesir ke Ende

Kompas.com - 13/03/2018, 07:25 WIB
Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADanau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).

KOMPAS.com - Ende, kota terbesar di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang berada di pesisir selatan ini ternyata menyuguhkan berbagai tempat wisata indah yang terangkum menjadi 5 alasan untuk Anda mengunjungi kota ini.

Jika Anda berencana untuk menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi kawasan yang cantik, Ende adalah pilihan tepat. Nah, berikut 5 alasan mengapa Anda harus mengunjungi Ende dan berwisata di ini.

1. Menikmati Keindahan Sunrise di Kelimutu

Pemandangan alam yang sangat indah akan tersaji di hadapan Anda saat berkunjung ke Danau Kelimutu. Pesona Kelimutu yang sangat indah tentunya tidak akan dilewatkan begitu saja.

Para wisatawan saat melihat matahari tebit di Puncak Danau Kelimutu, NTT.SANDRO GATRA/KOMPAS.com Para wisatawan saat melihat matahari tebit di Puncak Danau Kelimutu, NTT.
Datanglah ke sini pada pagi hari untuk menikmati sunrise yang menakjubkan. Nikmati momen dimana penampakan danau yang terdiri dari 3 warna ini terkuak secara perlahan seiring dengan meningginya posisi matahari.

Baca juga : Pancasila, Teringat Bung Karno dan Kota Ende

Belum lagi kehadiran kabut yang akan menambah kesan syahdu pada sunrise di Kelimutu ini.

2. Danau Tiga Warna
 
Danau Tiga Warna atau dikenal dengan nama Danau Kelimutu memiliki keunikan pada warna airnya yang selalu berubah-ubah. Perubahan warna itu disebut-sebut diakibatkan oleh reaksi kimiawi antara senyawa serta organisme yang terkandung di dalam air danau.

Puncak KelimutuKOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Puncak Kelimutu
Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa perubahan warna danau berkaitan dengan peristiwa alam yang akan terjadi. Yang pasti, fenomena alam yang terjadi di Danau Kelimutu menjadi incaran para pelancong untuk menikmati keindahan yang tersaji di depan mata.

Baca juga : Berburu Mentari Pagi dari Puncak Kelimutu

Warna danau yang terlihat mencolok kerap menjadi incaran para wisatawan yang datang untuk dijadikan latar berfoto.

Ya, siapa yang bisa mengabaikan indahnya danau dengan warna toska dan biru muda ini sebagai latar bernarsis ria?

Lukisan Bung Karno tersimpan di Rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Lukisan Bung Karno tersimpan di Rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

3. Museum Pengasingan Bung Karno
 
Rumah yang berdiri menghadap ke timur ini adalah salah satu bangunan bersejarah. Di sinilah rumah pengasingan Ir Soekarno atau Bung Karno di Kota Ende pada zaman kolonial. Tidak banyak perubahan dari bentuk asli rumah yang didirikan pada tahun 1927 itu, kecuali atapnya.

Bagian lain seperti bentuk rumah bahkan pintunya masih sama seperti saat dulu digunakan oleh Soekarno.

Rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Di rumah ini Anda dapat melihat berbagai perlengkapan rumah tangga yang dulunya digunakan oleh Bung Karno. Dari mulai lemari, kursi ruang tamu hingga kasur yang menjadi alas tidur Soekarno saat beristirahat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X