Festival Ogoh-ogoh Hadir di Ancol - Kompas.com

Festival Ogoh-ogoh Hadir di Ancol

Kompas.com - 13/03/2018, 08:27 WIB
Seorang umat Hindu menyelesaikan pembuatan ogoh-ogoh di Pura Parahyangan Jagat Guru, Serpong, Banten, Senin (12/3/2018). Ogoh-ogoh raksasa yang melambangkan kejahatan itu nantinya akan diarak pada satu hari menjelang Hari Raya Nyepi sebagai perlengkapan perayaan.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Seorang umat Hindu menyelesaikan pembuatan ogoh-ogoh di Pura Parahyangan Jagat Guru, Serpong, Banten, Senin (12/3/2018). Ogoh-ogoh raksasa yang melambangkan kejahatan itu nantinya akan diarak pada satu hari menjelang Hari Raya Nyepi sebagai perlengkapan perayaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Turut menyemarakkan rangkaian Hari Raya Nyepi, Ancol akan menggelar Festival Ogoh-ogoh, Minggu (18/3/2018), di Pantai Lagoon Ancol. Ritual budaya ini kerap ditemukan di Pulau Bali pada hari Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi.

Ogoh-Ogoh merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala yang merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan, biasanya dalam wujud raksasa.

Secara teknis, ogoh-ogoh ada yang terbuat dari bahan styrofoam atau anyaman bambu yang diisi jerami atau alang-alang dan dilapisi kertas semen.

Baca juga : Mau Liburan Saat Nyepi di Bali? Ini Tipsnya..

Ogoh-ogoh yang ditampilkan dikemas dalam konsep “Ancol Festival Ogoh-ogoh”, yang merupakan rangkaian berbagai penampilan kolosan dan kegiatan kebudayaan. Selain penampilan Ogoh-ogoh ada juga tari kecak, baleganjur dan lainnya.

Ogoh-ogoh yang dihadirkan berjumlah enam buah ogoh-ogoh. Sedangkan tim pengusungnya yang merupakan penari, dan pengiring musik baleganjur yang berjumlah ratusan orang sehingga arakan ogoh-ogoh akan terlihat semarak.

Baca juga : Malam Nyepi Akan Ada Pentas Budaya di Prambanan

Dari keterangan tertulis yang diterima KompasTravel, Senin (12/3/2018) nantinya iringan ogoh-ogoh akan melintas mulai dari kawasan Bende Ancol sampai Plasa Pantai Lagoon. Lalu dilanjutkan dengan penampilan masing-masing ogoh-ogoh dengan jalan cerita yang berbeda-beda.

Acara yang baru pertama kali diselenggarakan di kawasan Ancol ini, dimulai pukul 14.00 sampai 17.00 WIB. Pengunjung dapat menikmatinya tanpa dipungut biaya tambahan.

Pemuda mengarak Ogoh-ogoh atau boneka raksasa yang melambangkan sifat buruk saat Festival Ogoh-ogoh di Semarapura, Klungkung, Bali, Minggu (11/3/2018). Festival Ogoh-ogoh se-Kabupaten Klungkung tersebut digelar untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Pemuda mengarak Ogoh-ogoh atau boneka raksasa yang melambangkan sifat buruk saat Festival Ogoh-ogoh di Semarapura, Klungkung, Bali, Minggu (11/3/2018). Festival Ogoh-ogoh se-Kabupaten Klungkung tersebut digelar untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940.
Direktur Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali mengatakan sebelumnya pengunjung hanya mengetahui ogoh-ogoh dari media massa dan di Bali, kini dapat disaksikan di Pantai Lagoon Ancol.

“Ancol Ogoh-ogoh Festival ini merupakan kegiatan pertama dan terbesar yang kami selenggarakan, tujuannya untuk memberikan edukasi keragaman budaya yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menggandeng Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan dipersembahkan kepada pengunjung yang berwisata di Taman Impian Jaya Ancol. Menurutnya tradisi ini cukup diminati oleh banyak wisatawan asing maupun domestik. (*)



Close Ads X