Kini, Hotel Santika Hadir di Sukabumi - Kompas.com

Kini, Hotel Santika Hadir di Sukabumi

Kompas.com - 14/03/2018, 19:14 WIB
Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz memukul gong sebagai tanda syukuran pembukaan Hotel Santika Sukabumi di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/3/2018).KOMPAS.com/BUDIYANTO Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz memukul gong sebagai tanda syukuran pembukaan Hotel Santika Sukabumi di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/3/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kini, Kota Sukabumi, Jawa Barat memiliki hotel bintang tiga yakni Hotel Santika Sukabumi yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh.

Hotel Santika di Sukabumi dengan lima lantai ini merupakan hasil kerja sama antara Grup Santika Indonesia and Resorts dengan PT Graha Daya Sejahtera (Sejahtera Group).

Hotel dengan lima lantai ini merupakan hotel ke-27 dalam kelompok Hotel Santika dan hotel ke-107 secara grup Santika Indonesia and Resorts.

Syukuran Pembukaan Hotel Santika Sukabumi yang lokasinya berada di pinggiran lingkungan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri ini langsung dipimpin oleh Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz, Rabu (14/3/2018).

Peresmian disaksikan pemilik dari PT Graha Daya Sejahtera Budi Sunardi, Direktur Utama PT Grahawita Santika, Johanes Widjaja dan General Manager Hotel Santika Sukabumi, Reno Mardiansyah serta undangan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz mengapresiasi hadirnya Hotel Santika di Sukabumi. Karena akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Kota Sukabumi.

''Terima kasih dengan hadirnya Hotel Santika di Sukabumi ini, karena dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat, khususnya dari luar kota yang datang ke Sukabumi,'' ungkap Muraz.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi hingga saat ini masih sering dikunjungi oleh pemerintah daerah dari daerah lain untuk melakukan studi banding.

Namun para tamu itu menginapnya di luar Kota Sukabumi, karena banyak hotel representatif seperti daerah terdekat di Selabintana dan Cikukulu yang termasuk di wilayah Kabupaten Sukabumi.

''Sekarang hotel yang representatif di Kota Sukabumi sudah siap. Saya akan terima kunjungan dengan catatan menginap di Kota Sukabumi,'' ujar dia yang mendapatkan tepuk tangan dari para hadirin.

Financial Institutions Development - Sejahtera Group, Yosia Cakrawinata menjelaskan pemilihan Kota Sukabumi sebagai lokasi pembangunan Hotel Santika sudah lama direncanakan.

Pergerakan usahannya di Sukabumi dalam Sejahtera Group sudah dirintis oleh orangtuanya sejak 1990-an dengan mendirikan lembaga keuangan Arthaasia Finance, Arthaprima Finance dan Buana Multidana.

''Sukabumi ini sudah menjadi tempat yang kami sayangi. Dan tempat yang konsen sekali bagi bisni kami. Akhirnya melihat potensi sekarang, maka diputuskan pembangunan hotel di Sukabumi,'' jelas Yosia dalam jumpa pers.

Sementara General Manager Hotel Santika Sukabumi, Reno Mardiansyah menuturkan jumlah kamar yang ada sebanyak 88 kamar. meliputi 4 tipe. Antara lain superior, deluxe, excecutive dan Santika Suite.

''Untuk saat ini masih harga promosi Rp 625.000 net sudah termasuk makan pagi untuk dua orang,'' tutur Reno.

Selain kamar, juga memiliki empat meeting room dengan kapasitas mulai dari 20 hingga 250 orang. Fasilitas lainnya berupa kolam renang dan Edelweiss Restaurant yang menyajikan sajian lezat ala Hotel Santika.

''Untuk tenaga kerja, di Hotel Santika Sukabumi ini kami menyerap tenaga kerja lokal mencapai 80 persen. Karena di Sukabumi tidak susah untuk mendapatkan tenaga kerja bidang perhotelan,'' tutur Reno.

General Manager Corporate Business Development and Marketing Communication Santika - Indonesia Hotel and Resorts, L. Sudarsana menjelaskan pada tahun 2018 rencananya akan membuka sembilan hotel, termasuk di Sukabumi.

''Hotel Santika di Sukabumi merupakan yang mengawali diresmikan pada tahun ini. Kotanya juga menyenangkan,'' katanya.

''Untuk melayani masyarakat yang akan menginap di Hotel Santika di mana saja juga dipermudah dengan sarana booking online, pada www. santika.com dan dijamin bakal dapat harga lebih murah,'' tambah Sudarsana.



Close Ads X