Ajakan Travel Mates Mengunjungi Destinasi Wisata Tak Populer di Jogja

Kompas.com - 15/03/2018, 06:25 WIB
Wisatawan mengunjungi salah satu candi di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (14/3/2018). Dok Travelmates Wisatawan mengunjungi salah satu candi di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (14/3/2018).


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Berlibur dengan mengunjungi tempat-tempat wisata pada umumnya adalah biasa. Namun, anak-anak muda yang bergabung dalam Travel Mates Yogyakarta menawarkan diri menjadi "teman" berwisata ke tempat-tempat non-populer.

Adriansyah Pratama (23), Penggagas Travel Mates, mengungkapkan ada banyak destinasi wisata di Yogyakarta, Magelang, Klaten dan sekitarnya yang sebetulnya sangat menarik untuk dikunjungi. Namun memang kurang terekspos sehingga jarang dilirik wisatawan. Destinasi wisata itu rata-rata berupa cagar budaya, museum, sampai wisata alam.

"Ada Museum Batik di dekat Keraton Yogyakarta, ada Candi Pawon dan Mendut tidak jauh dari Candi Borobudur, ada juga Candi Sojiwan dan Plaosan di Klaten, tempat-tempat ini memang kurang populer, jadi jarang dikunjungi," ucap Adrian, di Yogyakarta, belum lama ini.

Baca juga : Viral, Bule Ini Cari Orang Yogyakarta yang Bantu saat Tersesat

Padahal, katanya, tempat-tempat itu tidak kalah menarik dibanding dengan destinasi populer lainnya. Di sana tidak sekadar bagus tapi juga sarat ilmu pengetahuan, mulai sejarah, seni dan budaya.

Contohnya Museum Batik. Di museum ini menyimpan banyak batik nusantara, sejak nenek moyang sampai sekarang. Di sana wisatawan akan tahu sejarah membuat batik, ragam motif dan arti batik, sampai peralatan membatik dari masa ke masa.

Wisatawan diperkenalkan beragam palawija atau hasil bumi oleh warga, Rabu (14/3/2018).DOK TRAVELMATES Wisatawan diperkenalkan beragam palawija atau hasil bumi oleh warga, Rabu (14/3/2018).
"Di Museum Batik bagus lho, ada batik yang usianya sudah ratusan tahun. Jadi wisatawan enggak sekedar bersenang-senang, tapi juga belajar sejarah," ujar alumnus Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta itu.

Travel Mates berusaha untuk mengenalkan destinasi itu kepada para pelanggannya dengan cara menyisipkan di sela-sela kunjungan wisata mereka di Yogyakarta dan sekitarnya. Sejauh ini cara ini lebih efektif untuk menarik mereka.

Ternyata, imbuh Adrian, antusias wisatawan cukup baik. Ada yang tertarik karena penasaran karena destinasi itu nyaris tidak pernah terpikirkan oleh mereka.

"Destinasi wisata populer tetap kami tawarkan, namun di sela kunjungannya kami sisipkan destinasi non-populer itu. Kami kombinasikan keduanya," ungkapnya.

Menurutnya, selalu ada kesan tersendiri ketika wisatawan sudah menjelajah tempat wisata itu. Pasalnya, mereka tidak hanya mendapatkan kepuasan tapi juga pengalaman baru yang tidak akan dilupakan. Di situs Sojiwan Klaten misalnya, wisatawan juga akan diajak membatik langsung tentang batik yang motifnya diambil dari relief situs tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X