Begini Cara Membuat Daging Steak yang Juicy - Kompas.com

Begini Cara Membuat Daging Steak yang Juicy

Kompas.com - 15/03/2018, 08:19 WIB
Hidangan ribeye steak dengn porsi yang besar, sebagai cirikhas Outback Staekhouse yang telah membuka gerai barunya di Pasaraya Blok M, pada Rabu (14/3/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Hidangan ribeye steak dengn porsi yang besar, sebagai cirikhas Outback Staekhouse yang telah membuka gerai barunya di Pasaraya Blok M, pada Rabu (14/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu keberhasilan membuat steak ialah daging yang terasa juicy. Ternyata cara membuatnya bukan hanya bergantung dari tingkat kematangan yang di bawah medium, tapi juga sejak sapi masih hidup.

Executive chef Outback Steakhouse, Jeffrey Zullo mengatakan, kualitas daging yang juicy harus dimulai sejak sapi masih hidup. Ia berbagi tips lainnya saat peluncuran gerai baru Outback Steakhouse, Pasaraya Blok M.

"Kalau tingkat kematangan dalam memasak sih itu selera. Sedangkan triknya justru mulai sapi masih hidup," katanya setelah peluncuran gerai kelima di Indonesia ini, Rabu (14/3/2018).

Baca juga : Resto Steak Outback Kini Hadir di Pasaraya Blok M

Ia mengatakan, perlakuan sapi yang baik untuk menghasilkan daging steak yang juicy sama seperti wagyu. "Kita memilih sapi yang sedang berkembang, belum terlalu tua, tapi juga tidak muda," ujar Jeffrey.

Menurutnya, sapi yang digunakan bukan sembarang sapi ternak. Namun, sapi yang dimanjakan dengan pemberian makanan karbohidrat, seperti jagung dan umbi-umbian.Selain itu sapi juga tidak dibuat banyak aktivitas, sehingga otot-ototnya tidak mengeras. Biasanya sapi tersebut hanya didiamkan dalam kandang, untuk sesekali diajak keluar tetapi tetap dalam pengawasan.

Baca juga : Menjajal Steak Amerika Latin, Lebih Nikmat dari yang Lain...

Masuk ke proses pengolahan, daging yang juicy tentu harus dihasilkan dari daging sapi yang segar. Ia mengatakan, tidak bisa dari daging beku yang sudah lama tersimpan. Bahkan ia menyarankan daging yang masih ada darah di dalamnya, sehingga segar.

Gerai baru Outback Steakhouse yang telah beroperasi mulai Maret 2018, di Pasaraya Blok M, pada Rabu (14/3/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Gerai baru Outback Steakhouse yang telah beroperasi mulai Maret 2018, di Pasaraya Blok M, pada Rabu (14/3/2018).
"Proses pembekuan atau pencucian yang berlebihan akan membuat daging stres, sehingga mengeras," ungkapnya.

Jika sudah stres, lanjut Jeffrey, akan sulit diolah menjadi juicy. Dari banyak daging, hanya diambil sebagian kecil yang terbaik, sesuai kebutuhan hidangan. Bisa dari iga, sirloin, ribeye, tenderloin, dan lainnya.

"Selanjutnya tinggal disesuaikan dengan tingkat kematangan sesuai selera. Mulai rare, medium rare, medium, medium well, hingga well done," kata Jeffrey.


Komentar

Close Ads X