Malindo Air Buka Penerbangan ke Banda Aceh dan Medan

Kompas.com - 19/03/2018, 10:36 WIB
Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.SERAMBI/M ANSHAR Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.

BANDA ACEH, KOMPAS.comMalindo Air, maskapai Lion Air Group yang beroperasi di Malaysia membuka rute baru menuju salah satu kota di Indonesia yaitu Banda Aceh.

Maskapai yang mulai beroperasi pada 2013 tersebut akan menghubungkan kota Penang, Malaysia menuju Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, Kamis (15/3/2018) dengan jadwal keberangkatan dari Penang pukul 10.10 dan tiba di Banda Aceh pada 11.10 waktu setempat.

Baca juga : Setelah Kopi Aceh, Kini Muncul Mie Goreng Aceh

Untuk penerbangan sebaliknya dijadwalkan berangkat dari Banda Aceh pada 11.30 dan tiba di Penang pukul 14.40 waktu setempat dengan lama perjalanan sekitar 120 menit.

Penerbangan tersebut beroperasi tiga kali dalam seminggu pada setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan frekuensi satu kali penerbangan per hari yang akan dilayani per 15 Maret 2018.

Pesawat Malindo AirDOKUMENTASI LION AIR Pesawat Malindo Air
Chandran Rama Muthy, CEO of Malindo Air menyampaikan bahwa hal ini merupakan bentuk lanjutan Malindo Air melakukan ekspansi rute untuk semakin memperkuat jaringan konektivitas.

"Kami melihat kuatnya potensi keterisian pelanggan dalam rute ini baik untuk perjalanan wisata maupun bisnis. Kami percaya rute baru ini dapat membantu mempercepat pertumbuhan pariwisata kedua destinasi baik Banda Aceh maupun Penang," ujarnya dalam siaran pers, Senin (19/3/2018).

Baca juga : Ucok Durian, Destinasi Wisata Kuliner Jokowi di Medan

Menurut Chandran, para pelanggan dari Banda Aceh dapat melakukan perjalanan lebih jauh dengan penerbangan langsung menuju Melaka dan Hat Yai, Thailand dan tentunya menuju ibu kota Malaysia yaitu Kuala Lumpur.

"Banda Aceh berlokasi di barat laut Indonesia. Kota ini terkenal dengan wisata pantai yang atraktif, bangunan-bangunan wisata bersejarah, dan tentunya kuliner khususnya kopi yang melegenda. Ini akan menjadi daya tarik tinggi bagi para wisatawan asing untuk berkunjung," tuturnya.

Pengunjung melihat Istana Maimun yang merupakan peninggalan Kesultanan Deli di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/4/2012). Istana yang dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Makmun Al-Rasid ini merupakan bangunan bersejarah yang menjadi ikon kota. Di dalamnya tersimpan benda-benda peninggalan keluarga kesultanan yang lekat dengan sejarah budaya Melayu di Medan. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengunjung melihat Istana Maimun yang merupakan peninggalan Kesultanan Deli di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/4/2012). Istana yang dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Makmun Al-Rasid ini merupakan bangunan bersejarah yang menjadi ikon kota. Di dalamnya tersimpan benda-benda peninggalan keluarga kesultanan yang lekat dengan sejarah budaya Melayu di Medan.
Sedangkan Jumat (16/3/2018), Malindo Air meluncurkan rute baru menuju Bandara Kualanamu, Medan dari salah satu kota di negara bagian Perak, Malaysia, yaitu Ipoh.

Penerbangan dari Ipoh akan dijadwalkan berangkat pada pukul 10.05 waktu setempat dan tiba di Bandara Kualanamu pada 10.45 waktu setempat. Penerbangan sebaliknya berangkat pada 11.20 dan tiba di Bandara Sultan Azlan Shah pada 13.35 waktu setempat.

Perjalanan ini akan ditempuh kurang lebih dalam 100 menit. Untuk rute ini, Malindo Air akan beroperasi pada setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Corporate Communication Lion Air Group mengatakan, sama halnya dengan Banda Aceh bahwa Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang merupakan pusat perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia.

Inilah rumah Tjong A Fie, Majoor der Chineezen atau walikota pertama untuk komunitas China di Kota MedanKOMPAS.com/Mei Leandha Inilah rumah Tjong A Fie, Majoor der Chineezen atau walikota pertama untuk komunitas China di Kota Medan
Pariwisata di Kota Medan dan Sumatera Utara begitu beragam untuk menarik minat wisatawan berlibur dan menikmati keberagaman etnis dari beberapa suku seperti Batak, Jawa, Tionghoa, Mandailing, dan India yang tinggal di Medan.

Lion Air Group memiliki banyak konektivitas rute di Kualanamu, serta seluruh maskapai Lion Air Group seperti Lion Air, Batik Air dan Wings Air beroperasi di sini. Pelanggan bertujuan bisnis dan wisata dapat melanjutkan penerbangan ke berbagai kota di Indonesia.

Ke depan tidak menutup kemungkinan bagi Malindo Air untuk menambah frekuensi penerbangan menuju Banda Aceh ataupun Kualanamu bahkan membuka ke beberapa destinasi lainnya di Indonesia. (*) 



Close Ads X