Kompas.com - 22/03/2018, 13:05 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sepanjang tepian Pantai Losari, di sekitar Jalan Penghiburan, Makassar, Sulawesi Selatan ada deretan kios yang menjajakan pisang epe. Masing-masing kios menyediakan kursi-kursi plastik beserta meja-mejanya bagi pengunjung yang ingin menikmati senja di pinggir pantai sambil menyantap pisang epe.

Tergiring rasa penasaran, setelah menyusuri pinggiran pantai, Kompas.com lalu berhenti di salah satu kios. Kios tersebut tepatnya milik Surya Wintery (55). Sudah sekitar lima belas tahun, pria asal Makassar yang pernah merantau ke Yogyakarta ini menjajakan pisang epe. Surya bercerita bahwa mulanya kios-kios pisang epe di sepanjang Pantai Losari ini berjualan di depan Kantor Walikota Makassar.

Sekilas pisang epe mirip dengan pisang planet yang biasanya dijual di Kampung Semawis di Semarang tiap malam pada akhir pekan. Rupanya, perbedaan dua ragam olahan pisang yang dipipihkan ini terletak pada taburan di atasnya.

Anjungan Pantai LosariKOMPAS.com/Hendra Cipto Anjungan Pantai Losari
Pisang planet Semarang ditaburi bubuk gula halus di atasnya. Sementara, pisang epe disiram dengan gula merah yang dicairkan, untuk varian rasa original. Kini, pisang epe biasa disajikan dengan parutan coklat, keju, atau tambahan buah durian.

“Pisangnya dari jenis kepok lalu diberi guyuran lelehan gula merah. Kalau dulu biasanya dikasih parutan kelapa,” ujar Surya pada Minggu (19/3/2018).

Pengunjung bisa memilih salah satu topping tersebut atau memadukan di antara topping tersebut. Menurut Surya, topping durian termasuk yang diburu pengunjung. Pasalnya, pengunjung mendapatkan rasa asli dari buah durian langsung, bukan dari perasa makanan.

Selongsong buah durian yang belum dilepas dari bijinya dimasukkan ke dalam wadah yang berisi gula merah. Baru ketika pisang epe akan disajikan, kuah gula merah dan daging durian yang masih melekat dengan bijinya diguyurkan ke pisang epe. Dalam satu piring pisang epe yang dihidangkan ke pengunjung terdiri dari tiga buah pisang.

Menyantap seporsi kuliner pisang epe dengan baluran saus gula merah rasa durian di pinggir Anjungan Pantai Losari, Rabu, (11/02/2015).Wahyu Adityo Prodjo Menyantap seporsi kuliner pisang epe dengan baluran saus gula merah rasa durian di pinggir Anjungan Pantai Losari, Rabu, (11/02/2015).

“Pisangnya dikupas dulu baru dibakar di bara api sedang. Jangan lupa diolesi mentega,” kata Surya sembari menunjukkan proses pembuatan pisang epe.

Sekitar tiga menit kemudian wangi harum tercium, pisang diangkat lalu ditekan menggunakan alat khusus. Alat tersebut berupa balok kayu yang diberi klep dan pegangan tangan untuk membuka menutup saat memipihkan pisang.

Untuk menikmati pisang epe, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000 untuk rasa original. Sementara varian rasa lainnya dihargai Rp 12.500,00. Kios pisang epe di sepanjang Pantai Losari rata-rata buka mulai dari pukul 17.00 WITA hingga 00.00 WITA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.