Menginap di Kresna, Hotel Persinggahan Soekarno, SBY hingga Jokowi (1) - Kompas.com

Menginap di Kresna, Hotel Persinggahan Soekarno, SBY hingga Jokowi (1)

Kompas.com - 24/03/2018, 17:02 WIB
Hotel Kresna Wonosobo.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Hotel Kresna Wonosobo.

WONOSOBO, KOMPAS.com - Berkunjung ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah tidak lengkap jika tidak singgah untuk menginap semalam di lokasi ini. Ya, salah satu hotel berbintang di tengah kota Wonosobo ini menawarkan pengalaman menginap zaman tempo dulu.

Hotel bintang 3 yang tertelak di Jalan Pasukan Ronggolawe ini makin menarik karena menjadi tempat singgah para Presiden RI mulai Soekarno, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo. Sejumlah tamu negara asing pernah menginap di hotel itu seperti Ratu Siam hingga aktor Charlie Chaplin.

KompasTravel merasakan langsung sensasi menginap di hotel yang berdiri sejak abad ke-18 itu, tengah pekan ini. Kesan angker pertama kali muncul karena hotel itu berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.

Lobi Hotel Kresna Wonosobo.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Lobi Hotel Kresna Wonosobo.
Dari depan, hotel itu tak tampak berbeda dari hotel lainnya. Namun bangunan hotel terlihat jelas tampak seperti bangunan lama. Desain bangunan zaman Belanda dengan pintu besar, jendela lebar terlihat begitu masuk di lobi hotel itu.

Baca juga : Inilah Hotel Kapsul Asal Jepang yang Akan Buka di Bandara Soetta

Lukisan dari sejumlah maestro dipampang di sudut gang dan tempat-tempat strategis. Setidaknya ada 110 lukisan cat dengan tema-tema kebudayaan yang ditampilkan secara apik.

Suasana semakin jadul ketika kunci kamar hotel yang diberikan masih tradisional. Pintu dari kayu jati harus dibuka menggunakan kunci manual, tidak seperti hotel modern yang menggunakan kartu pintar.

Baca juga : Hotel di Kamikawa Jepang, Unik dengan Furnitur dari Bali

Kamar yang ditempati juga terbilang unik. Tidak ada AC di dalam kamar. Untuk mencari angin, ada jendela dari kayu jati yang siap dibuka jika membutuhkan.

Kolam renang di Hotel Kresna Wonosobo. Terlihat tempat bilas merupakan warisan bangunan lama.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Kolam renang di Hotel Kresna Wonosobo. Terlihat tempat bilas merupakan warisan bangunan lama.
Sejumlah bangunan zaman penjajahan terlihat masih utuh dirawat. Bangunan itu terlihat misalnya restoran, kolam renang hingga tempat bilas yang berupa bangunan benteng.

Front Office Manager Hotel Kresna, Aris Sudjono menjelaskan, rata-rata pengunjung yang datang maunya ingin menginap di kamar alami. Pengunjung tidak mau menginap di kamar dengan pendingin karena cuaca di Wonosobo relatif dingin.

Namun demikian untuk menginap di hotel itu tarif termurah Rp 700.000 per malam. "Restoran, kolam renang bangunan itu asli. Bangunan tower yang dulu sebagai pemanas air, sekarang tidak difungsikan lagi," kata Aris.

Lukisan di tengah lorong kamar Hotel Kresna Wonosobo.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Lukisan di tengah lorong kamar Hotel Kresna Wonosobo.
Aris menjelaskan, bangunan hotel berdiri sejak abad ke-18 terus mengalami pemugaran dan penggantian nama. Hotel itu dulunya pernah bernama Hotel Wonosobo, Hotel Dieng, Hotel Grand Dieng, Hotel Merdeka di masa proklamasi.

Nama hotel itu juga berubah seiring dengan pergantian pemilik mulai dari Hotel Sentra Wonosobo, lalu Galeri Hotel Kresna Wonsobo, hingga yang terakhir menjadi Hotel Kresna.
"Saat kemerdekaan jadi hotel kami bersejarah. Tempat ini jadi tempat penyerahan simbolis kemerdekaan," ucap Aris.

Warisan Sejarah

Lantaran warisan masa lalu, sejumlah ruang di hotel itu juga tak diubah. Ruang restoran menjadi salah satunya. Lantai dengan ubin 10 cm menjadi tandanya. Di sela ubin ada setidaknya ada 30 lubang bekas peluru yang dapat dijumpai.

Suasana restoran di Hotel Kresna Wonosobo yang masih dipertahankan keasliannya.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Suasana restoran di Hotel Kresna Wonosobo yang masih dipertahankan keasliannya.
Pernak pernik di restoran itu juga terlihat jadul seperti kursi, meja, hingga plafon. "Semua di restoran ini utuh, kami tidak lakukan pemugaran," ucapnya

"Hampir semua tamu penting yang ke Dieng singgahnya di sini, termasuk Charlie Chaplin, Ratu Siam, Soekarno, termasuk Pak Jokowi dan Pak SBY," tambah Aris.



Close Ads X