Kompas.com - 30/03/2018, 11:53 WIB
Lobi kapal pesiar Crystal Serenity KOMPAS.com/IhsanuddinLobi kapal pesiar Crystal Serenity

KOMPAS.com - Ingin jalan-jalan keliling dunia sambil dimanjakan fasilitas mewah? Anda bisa menjajal kapal pesiar Crystal Serenity.

Kompas.com berkesempatan menjajal enam hari perjalanan di kapal pesiar berkapasitas 1.070 tamu tersebut, dengan rute Vietnam-Bangkok-Singapura.

Kesan Pertama

Pertama kali memasuki kapal, saya dan lima rekan jurnalis lain dari Jakarta disambut oleh pemeriksaan paspor dan barang bawaan, layaknya saat hendak naik pesawat di Bandara.

Setelah itu, kami langsung diarahkan ke lobi kapal yang punya penampakan mewah layaknya hotel bintang 5.

Resepsionis cantik langsung menyambut saya untuk melakukan check in. Sambil menunggu proses check in, saya bisa menikmati berbagai jenis minuman yang datang dari Bar di sisi kiri lobi.

Ada juga penyanyi dan pianis yang memainkan lagu-lagu untuk menghibur tamu.

Setelah proses check in selesai, saya mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan nama saya. Selain sebagai kunci kamar, kartu tersebut berfungsi juga sebagai identitas selama di berada di kapal pesiar dengan panjang 250 meter ini.

Memasuki kamar, tampilan dan fasilitasnya juga tidak kalah dengan hotel bintang 5. Ada kasur spring bed ukuran double bed, televisi, kulkas dan fasilitas hotel bintang lima lainnya. Kamar mandi juga lengkap dengan wastafel, bathhub dan shower yang memancurkan air hangat.

Namun yang spesial dan tak ada di hotel-hotel tentunya adalah balkon yang menghadap langsung ke laut lepas. Balkon tersebut cukup luas dengan dua kursi santai dan langsung menjadi spot favorit saya.

Pagi

Kita bisa memesan makanan apa saja ke kamar. Saya selalu memesan secangkir kopi setiap pagi sesaat setelah bangun tidur. Kopi itu langsung saya nikmati dari balkon kamar sambil memandangi hamparan laut luas.

Selesai menikmati kopi, saya beranjak ke deck 13 untuk melakukan olahraga pagi. Saya sebenarnya bukan orang yang terlalu rajin berolahraga. Namun, di kapal ini ada berbagai fasilitas olahraga yang tak boleh dilewatkan, mulai dari yoga, fitness, tenis, renang, hingga jogging mengelilingi kapal.

Berenang di kapal pesiar Crystal SerenityKOMPAS.com/Ihsanuddin Berenang di kapal pesiar Crystal Serenity

Selesai olahraga, perut pun jadi keroncongan. Saya lantas menikmati sarapan buffet yang ada di deck 12. Semuanya bisa saya santap, mulai dari omelet, sosis, kentang goreng, roti hingga buah dan jus segar. Persis buffet di hotel berbintang.

Setelah sarapan, masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan seperti membaca buku di perpustakaan, mengikuti kelas membuat film, kelas mengedit foto, hingga kelas piano.

Siang

Pukul 12.00, makan siang sudah siap untuk disantap. Buffet yang semula menyediakan menu sarapan sudah berubah jadi menu makan siang. Tiap hari tema sajiannya berbeda, mulai dari masakan Meksiko hingga Asia.

Tak jauh dari buffet, ada pula kedai hamburger dan steak yang jadi favorit saya. Sebagai hidangan penutup, tersedia juga berbagai pilihan ice cream, bir, hingga wine.

Lepas makan siang, masih banyak lagi aktivitas yang bisa dilakukan seperti menonton film di bioskop, kompetisi mah jong, kasino dan sebagainya. Seluruh jadwal yang ada di kapal ini tiap harinya akan diantar ke kamar kita. Dengan begitu, kita bisa memilih akan menghadiri acara yang mana dan tak akan kelewatan.

Sore

Menjelang sore hari, saya biasa berenang di kolam renang di deck 12. Tepat di samping kolam renang, ada dua buah Jacuzzi untuk sejenak berendam dan menghangatkan badan.

Saat petang, kita bisa menikmati matahari terbenam di sunset bar yang ada di paling ujung kapal. Kafe ini dikelilingi oleh kaca-kaca sehingga Anda bisa melihat matahari terbenam dengan jelas sambil menikmati minuman yang dihidangkan.

Atau, saya lebih senang menyaksikan matahari terbenam dari balkon kamar pribadi saya, sambil menyantap sebotol bir. Lebih privat dan tenang rasanya.

Malam

Di malam hari, kemewahan kapal ini makin terasa dengan gemerlap-gemerlap lampu yang menyala di sepanjang penjuru. Untuk makan malam, Anda juga memiliki pilihan restoran lebih banyak, mulai dari Silk and Sushi Bar (Jepang), Prego (Italia) hingga Crystal Dining Room.

Sushi dan Sashimi di kapal pesiar Crystal SerenityKOMPAS.com/Ihsanuddin Sushi dan Sashimi di kapal pesiar Crystal Serenity

Suasana makan malam di restoran-restoran itu terasa mewah karena para tamu diminta menggunakan baju formal. Makanan para tamu juga diantarkan satu per satu ke meja mulai dari hidangan pembuka, sajian utama dan penutup.

Namun dengan meja yang berbentuk melingkar, suasana dinner tetap berlangsung akrab.

Selepas makan malam, anda bisa menikmati pertunjukan teater atau musikal. Atau, Anda juga bisa pergi ke bar untuk menikmati berbagai minuman beralkohol sambil bercengkrama dengan para kerabat.

Gratis

Semua makanan dan fasilitas yang saya sebutkan diatas bisa dinikmati tanpa membayar biaya tambahan. Artinya, Anda cukup membayar biaya di awal dan hampir seluruh makanan dan fasilitas di kapal ini bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Hanya jasa spa dan salon yang mengharuskan Anda untuk membayar biaya tambahan. Selain itu, ada sejumlah wine pilihan yang mengharuskan anda merogoh kocek lagi jika ingin menikmatinya.

Ramah

Segala fasilitas yang lengkap dan makanan yang lezat itu pun disempurnakan dengan kru kapal yang sangat ramah dan bersahabat. Kru kapal mulai dari pelayan di restoran hingga cleaning service siap melayani anda dengan maksimal karena jumlahnya yang cukup banyak.

Dengan kapasitas 1000 tamu, kapal ini memiliki crew hingga 500 orang. Artinya 2:1 antara tamu dan kru kapal.

Bahkan, sejumlah pelayan restoran dan bar masih ingat apa makanan dan minuman favorit saya saat keesokan harinya saya berkunjung kembali kesana.

Daratan

Namun, dibalik berbagai fasilitas mewah yang disediakan oleh kapal pesiar, tentu tujuan utama para pelancong adalah jalan-jalan ke berbagai belahan dunia. Tentunya Crystal Serenity juga tidak mengesampingkan hal ini. Setiap tahunnya, kapal ini berkeliling ke berbagai belahan dunia.

Kapal akan memulai perjalanan dari kantor pusatnya di Los Angeles, Amerika Serikat, mengelilingi berbagai belahan dunia mulai dari Amerika Selatan, Eropa, Asia hingga Antartika.

Dalam satu minggu, kapal ini bisa berhenti di tiga pelabuhan di tiga negara yang berbeda. Saat itu lah, para tamu bisa melancong ke tempat-tempat wisata. Kapal sudah menyediakan paket tur bekerjasama dengan para tour guide lokal. Namun, para tamu juga bisa melancong sendiri asal kembali tepat waktu sebelum kapal kembali melanjutkan perjalanannya.

Atau, jika tak tertarik dengan kota tempat kapal berlabuh, banyak juga tamu yang tetap memilih berada di kapal untuk menikmati berbagai fasilitas yang ada.

Kamboja dan Vietnam

Kami grup jurnalis dari Jakarta pun sempat melancong saat kapal Serenity Cruise berlabuh di Vietnam dan Kamboja. Kami dipandu oleh pemandu lokal yang sudah bekerjasama dengan Crystal Cruise. Mobil, supir dan rute perjalanan semuanya sudah diatur. Tinggal menyiapkan badan dan sedikit uang untuk belanja oleh-oleh.

Di Vietnam, kami mengunjungi Museum Sejarah Vietnam hingga pasar tradisional untuk membeli oleh-oleh. Di Kamboja, kami juga mengunjungi sejumlah pagoda dan tempat perbelanjaan oleh-oleh. Namun, yang berbeda disini, kami mengunjungi salah satu panti asuhan di Kota Sihanoukville, Kamboja.

Kami rombongan jurnalis penumpang Crystal Serenity bersama anak-anak salah satu panti asuhan di Kamboja.KOMPAS.com/Ihsanuddin Kami rombongan jurnalis penumpang Crystal Serenity bersama anak-anak salah satu panti asuhan di Kamboja.

Ini adalah program yang juga dirancang oleh Cyrstal Cruise sebagai sarana untuk berbagi rezeki dari penumpang kapal yang berlebihan rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Para tamu bisa mengajak anak-anak panti asuhan untuk bermain dan belajar. Kami rombongan dari Indonesia mengajari anak-anak panti asuhan bahasa Indonesia, dan sebaliknya mereka mengajari kami bahasa Kamboja.

Puluhan hingga Ratusan Juta

Meski hampir seluruh makanan dan fasilitas bisa dinikmati secara gratis, biaya perjalanan di kapal ini memang tidak bisa dibilang murah. Anda harus merogoh kocek dari ribuan hingga puluhan ribu dolar untuk setiap orangnya, tergantung dengan kelas kamar dan rute perjalanan yang diambil. Jika dirupiahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.

Jika memiliki waktu dan dana yang banyak, maka anda bisa mengikuti perjalanan kapal dari awal sampai akhir yang memakan waktu 105 hari.

Namun, jika waktu dan dana Qnda terbatas, maka anda bisa mengikuti perjalanan kapal dalam waktu satu minggu atau satu bulan saja. Rutenya dapat Anda sesuaikan saat kapal akan berlayar ke negara-negara impian Anda.

Pantauan Kompas.com, para tamu di kapal ini kebanyakan adalah mereka yang sudah memasuki usia tua dan tengah menikmati masa pensiun. Namun, ada juga pengusaha muda yang menikmati kapal pesiar ini sambil memantau bisnis mereka dari jauh. Caranya tentu saja dengan menggunakan WiFi yang juga tersedia secara gratis atau cuma-cuma. Kebanyakan penumpangnya berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

Pasar Indonesia

Selama 6 hari berada di kapal ini, saya tidak menemukan ada satu pun tamu yang berasal dari Indonesia. Sementara untuk kru kapal, saya hanya menemukan dua orang saja yang berasal dari Indonesia.

Direktur Sales dan Marketing PT Anugrah Wisata Bahari Polin Setiawati yang menjadi perwakilan Crystal Cruise di Indonnesia mengakui, mempromosikan kapal pesiar bintang 6 di Indonesia awalnya memang tidak mudah.

Saat baru mempromosikan kapal ini di tahun 2000, Polin bahkan sempat kesulitan untuk mendapatkan orang yang rela merogoh kocek mendalam demi menikmati kapal pesiar.

Banyak masyarakat yang lebih memilih kapal pesiar yang lebih murah meski dengan fasilitas seadanya.

"Tahun 2002 saya baru dapet satu booking, saya senang sekali," kata Polin.

Namun, seiring waktu berjalan, ada saja orang-orang kaya dari Indonesia yang tertarik untuk berlibur mewah di kapal pesiar. Biasanya, kata Polin, orang Indonesia banyak mengambil rute di Eropa, Amerika Selatan, Alaska dan Antartika.

"Asia agak jarang, kecuali Jepang," ucap Polin.

Namun, Polin mengakui bahwa orang Indonesia yang tertarik untuk berlibur dengan kapal Crystal Serenity ini masih sangat tersegmentasi di kalangan orang-orang berduit saja. Oleh karena itu, pemasaran juga kapal ini juga hanya dilakukan secara terbatas lewat mulut ke mulut.

"Umumnya mereka yang sudah pernah naik kapal ini akan kembali lagi, dan bahkan merekomendasikan ke rekan atau kerabat mereka," kata Polin.

Nah, bagaimana dengan anda? Rela merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati kemewahan kapal pesiar Crystal Serenity?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

Travel Update
Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X