Ke Taman Nasional Komodo, Pilih Menginap di Hotel atau Kapal? - Kompas.com

Ke Taman Nasional Komodo, Pilih Menginap di Hotel atau Kapal?

Kompas.com - 01/04/2018, 16:26 WIB
Pelabuhan Labuan Bajo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Selasa (29/8/2017), memikat wisatawan asing dan Nusantara untuk berwisata. Pelabuhan Labuan Bajo merupakan pintu masuk menuju ke kawasan Taman Nasional Komodo tempat hidupnya binatang Komodo.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Pelabuhan Labuan Bajo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Selasa (29/8/2017), memikat wisatawan asing dan Nusantara untuk berwisata. Pelabuhan Labuan Bajo merupakan pintu masuk menuju ke kawasan Taman Nasional Komodo tempat hidupnya binatang Komodo.

KOMPAS.com - Ada dua skenario akomodasi jika ingin berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pertama adalah menginap di hotel yang terletak di Labuan Bajo. Kedua adalah menginap di kapal yang sering disebut Live on Board (LoB). Keduanya memilki keunggulan tersendiri baik dari segi biaya maupun waktu.

"Kalau LoB itu banyak dilakukan orang Jakarta. Jadi misalnya Jumat datang, langsung ke kapal tidak ke hotel. Nanti Minggu-nya langsung kembali ke bandara," kata Guest Activity Coordinator Plataran Komodo Resort and Spa, Julianus Ebol pasca acara Penanggulangan Sampah di Labuan Bajo oleh BNI dan Plataran di Labuan Bajo, Kamis (29/3/2018).

Baca juga : Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Taman Nasional Komodo?

Dari segi efisiensi waktu, menurut Julianus, LoB memang lebih unggul. Pilihan kapal juga beragam. Mulai dari kapal dengan satu kabin, dua kabin, sampai kapal mewah seperti pinisi setara hotel bintang lima.

Kapal ini berfungsi sebagai akomodasi terapung sekaligus transportasi lompat pulau bagi wisatawan yang berkunjung di kawasan TN Komodo. Tak perlu khawatir, di kapal juga telah disediakan makanan bagi wisatawan.

Pinisi yang dioperasikan Plataran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timir, Selasa (19/1/2016).
KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Pinisi yang dioperasikan Plataran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timir, Selasa (19/1/2016).
Harga LoB sendiri beragam. Julianus mengatakan tergantung dari jenis kapal, jumlah wisatawan, dan durasi perjalanan.

Pantauan KompasTravel harga LoB mulai dari Rp 2,5 juta untuk tiga hari dua malam per orang untuk kapal standar.

Ada juga kapal pinisi Plataran Komodo Resort & Spa yang setara hotel bintang lima dengan harga sewa Rp 25-60 juta per malam, bisa menampung 6-12 orang.

Baca juga : Supaya Tidak Digigit Komodo, Simak Tips Ini!

Kelemahan LoB adalah bagi orang yang bermasalah dengan mabuk laut. Bagi yang tak terbiasa menginap di kapal terutama di musim ombak, LoB agaknya menjadi tantangan.

Alternatifnya Anda dapat menginap di darat, dan ikut serta dalam tur kapal satu hari untuk lompat pulau. Harga akomodasi di Labuan Bajo, gerbang menuju kawasan TN Komodo, juga sangat beragam. Mulai dari Rp 100.000 per malam untuk kelas homestay.

Sedangkan untuk kapal harian, lagi-lagi pilihannya sangat beragam. Mulai dari kapal bemo (sebutan kapal kayu mesin klotok oleh orang lokal) yang dihargai sekitar Rp 2 juta untuk delapan orang.

Baca juga : Perhatikan 5 Hal Ini saat Berkunjung ke Taman Nasional Komodo

Ada juga kapal yacht dengan dua mesin motor kecepatan 4.500 rpm seperti milik Plataran Komodo Resort & Spa seharga Rp 20-35 juta per hari yang bisa menampung enam orang.

"Kalau backpacker bisa tawar langsung saja ke pelabuhan sama orang kapalnya langsung. Harganya semua tergantung tawar-menawar itu," kata Julianus.

Kalau tak mau repot bisa menggunakan jasa agen yang tentunya agak lebih mahal. Jadi manakah pilihan Anda, menginap di kapal, di darat, versi mewah, atau backpacker saat berwisata ke TN Komodo?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X