Menikmati Sate Ayam Kampung Satu-satunya di Gunungkidul

Kompas.com - 07/04/2018, 16:43 WIB
Sate ayam kampung mbah Noto Taman di Taman Parkir Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Sate ayam kampung mbah Noto Taman di Taman Parkir Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sate ayam merupakan salah satu makanan yang mudah ditemui di berbagai pelosok negeri. Sebagian besar menggunakan bahan dasar ayam negeri atau broiler.

Namun di pusat kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, masih tersisa satu penjual yang menjual sate dengan daging ayam kampung, dan ini satu-satunya di kota gapek ini.

Sejak tahun 1963, Noto Taman, berjualan sate yang dulunya merupakan terminal Kabupaten Gunungkidul di mana saat ini berubah menjadi taman parkir untuk masyarakat yang akan berbelanja di Pasar Argosari. Warung kecil berukuran 4x5 meter ini merupakan saksi perjalanan kuliner sejak puluhan tahun lalu.

Baca juga : Kisah Penjual Sate Ayam yang Diajak Jokowi Berjualan di Gedung Agung

Noto Taman (73) mengaku sejak buka pertama tahun 1963 belum pernah menggunakan ayam broiler. "Sejak dulu pertama buka saya menggunakan ayam kampung, karena dulu cari ayam broiler belum ada. Dan keterusan sampai saat ini," katanya ditemui Kompas.com di kiosnya Jumat (6/4/2018).

Baca juga : Kangen Sate Ayam Madura di Blok S

Resep kuliner yang sejak dulu dibuat pun tetap dipertahankan sampai sekarang. Setiap hari rata-rata 5 ekor ayam kampung jantan disajikan untuk membuat sate. Ada pedagang yang khusus menjual kepadanya, karena diperlukan ayam sehat dan berkualitas, agar dagingnya banyak

Uji Rahmani membakar sate ayam kampung di kiosnya di Taman Parkir Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Uji Rahmani membakar sate ayam kampung di kiosnya di Taman Parkir Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).
"Harus ayam jago (jantan) kalau betina dagingnya kurang banyak. Saat hari libur bisa 10 ekor ayam kampung habis," ucapnya.    

Satu tusuk sate dijual cukup murah hanya Rp 1.750 per tusuk atau satu porsi dijual dengan harga Rp 23.000 termasuk minumnya. Bersama anak satu-satunya, Uji Rahmani setiap hari membuka kiosnya dari pukul 09.30 WIB sampai 17.00 WIB.

Sate disajikan dengan irisan bawang merah, cabai dan mentimun disajikan dengan piring terpisah, sehingga pelanggannya bisa menambahkan sesuai dengan selera.

Warung sate Mbah Noto Taman yang sempit, dipastikan pengunjung akan menikmati sate bersama asap yang mengebul saat pembakaran. Itulah sensansi tersendiri saat menyantap makanan khas madura ini.  

Salah satu pelanggannya, Suharjono mengatakan, setiap ada keinginan untuk menyantap sate ayam, dirinya bersama keluarga memilih sate Noto Taman, karena lebih sehat. "Karena menggunakan ayam kampung dan tidak banyak obat-obatan saat membesarkan ayam, jadi pasti lebih sehat," katanya.

Diakui Warga Kecamatan Playen, Gunungkidul ini, bumbu sate ayam disini memang berbeda dengan sate ayam pada umumnya karena lebih manis dan rasa rempah yang lebih kaya.

Noto Taman menyajikan sate ayam kampung pelanggannya di kios Taman Parkir, Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Noto Taman menyajikan sate ayam kampung pelanggannya di kios Taman Parkir, Kota Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).
"Memang sedikit kenyal dibanding sate ayam broiler, tetapi ada sensasi sendiri kalau menyantap sate ayam kampung. Yang saya tahu disini satu-satunya penjual sate ayam yang menggunakan ayam kampung di Gunungkidul," ucapnya.

Pelanggan dari Kota Yogyakarta, Maria Amelia, mengatakan, setiap berkunjung ke Gunungkidul, sering menyempatkan makan sate ayam kampung, Karena di kota Yogyakarta sendiri cukup sulit menemukan sate ayam kampung.

"Enak, dan kalau ke Gunungkidul sering makan di sini. Tehnya juga kental kaya zaman dulu pakai gula batu," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X