Barang yang Paling Sering Dilupakan Saat Mendaki Semeru - Kompas.com

Barang yang Paling Sering Dilupakan Saat Mendaki Semeru

Kompas.com - 10/04/2018, 16:07 WIB
Suasana pendaki yang beristirahat di pos tiga pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/4/2018).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Suasana pendaki yang beristirahat di pos tiga pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/4/2018).


LUMAJANG, KOMPAS.com - Para pendaki dari berbagai daerah diharuskan melengkapi berbagai persyaratan sebelum mendaki gunung Mulai dari dokumen sebagai syarat, hingga perlengkapan untuk keamanan pendaki. Termasuk saat mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur.

Sukaryo selaku salah satu pemateri dari Sahabat Volunteer Semeru (Saver) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), saat pembekalan pada Sabtu (7/4/2018), mengatakan pembekalan tersebut wajib bagi pendaki. Ada absen, pemeriksaan dokumen, juga pemeriksaan perlengkapan pendakian.

"Dulu saat relawan masih banyak ada pemeriksaan barang secara acak, atau perwakilan, sekarang kita minta kesadaran diri saja demi keamanan dan keselamatan masing-masih juga kawasan ini," tutur pria yang sudah lebih dari lima tahun bergabung di relawan Saver tersebut.

Ia mengatakan hal yang kerap terlupakan oleh para pendaki ialah kelengkapan dokumen, seperti print KTP. Selain itu, menurutnya, banyak pendaki yang masih suka membawa tisu basah padahal hal tersebut dilarang

"Tisu basah tidak diperbolehkan masuk ke area pendakian, karena berbahan sintetis yang sangat sulit diurai. Kita bisa menggantinya dengan tisu kering yang dibasahkan, itu sudah dipakai para legenda pendaki sejak dulu. Kenapa kita harus bergantung dengan tisu basah?", tegasnya dalam pembekalan materi tersebut.

Sementara itu, dokumen yang kurang lengkap masih bisa dilengkapi sebelum mengikuti briefing yang dilakukan tiap dua jam sekali mulai pukum 08.00 WIB. Di sekitar posko pendakian terdapat kios suvenir yang melayani fotokopi dan print dokumen.

KompasTravel sempat mengunjungi salah satu kios suvenir di hari yang sama. Sang penjaga kios, Ghandi, membenarkan cukup banyak pendaki yang belum melengkapi dokumennya. Seperti print identitas diri dan formulir bukti pendaftaran online.

"Sayangnya kalau lagi high season mesin suka error dan lama nunggu teknisinya dari kota," ungkapnya.

Selain itu, kios yang juga menjual perlengkapan pendakian ini juga kerap jadi tujuan para pendaki yang belum melengkapi peralatan atau keperluan pendakiannya. Mulai dari sarung tangan, sleeping bag, alat makan, dan lainnya.

Ghandi mengatakan perlengkapan pendakian yang paling banyak dibeli saat detik-detik sebelum pendakian ialah sarung tangan. Kedua ialah topi wind breaker, kemudian matras.

"Paling banyak lupa disiapkan itu sarung tangan, kupluk wind breaker, terus matras paling masih ada yang kurang," uanagkapnya.

Suhu Ranu Pani hingga Kalimati yang ekstrem dirasa sangat perlu akan kebutuhan sarung tangan dan kupluk wind breaker. Di kios ini, Ghandi menjual sarung tangan mulai Rp 5.000 hingga Rp 65.000, sedangkan kupluk wind breaker Rp 45.000.



Close Ads X