Malaysia Urutan Pertama Wisata Halal Dunia, di Mana Posisi Indonesia?

Kompas.com - 12/04/2018, 06:35 WIB
Tommy Singgih (kiri), Direktur, Mastercard Indonesia; dan Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating dan HalalTrip; dalam sesi tanya jawab selama acara Peluncuran Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018. KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIATommy Singgih (kiri), Direktur, Mastercard Indonesia; dan Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating dan HalalTrip; dalam sesi tanya jawab selama acara Peluncuran Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018.

"Kita punya keunggulan di sini, secara default DNA Indonesia sudah wisata halal gak perlu ditanya lagi kalau makan, tapi ternyata itu juga yang merupakan kelemahan kita, karena enggan untuk mensertifikasi halal sesuai standar dunia," ungkapnya.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan mengatakan dengan kenaikan rangking ini diharapkan bisa mendorong investasi wisata halal di Indonesia.

Berikut peringkat pasar wisata muslim dunia hasil Global Muslim Travel Index (GMTI) untuk 2018:

Kategori destinasi OKI

1. Malaysia dengan nilai 80,6
2. Uni Emirat Arab dan Indonesia dengan nilai 72,8
3. Turki dengan nilai 69,1
4. Arab Saudi dengan nilai 68,7
5. Qatar dengan nilai 66,2
6. Bahrain dengan nilai 65,9
7. Oman dengan nilai 65,1
8. Maroko dengan nilai 61,7
9. Kuwait dengan nilai 60,5

Kategori destinasi non-OKI

1. Singapura dengan nilai 66,2
2. Thailand dengan nilai 56,1
3. Inggris dengan nilai 53,8
4. Jepang dengan nilai 51,4
5. Taiwan dan Hongkong dengan nilai 49,6
6. Afrika Selatan dengan nilai 47,7
7. Jerman dengan nilai 45,7
8. Perancis dengan nilai 45,2
9. Australia dengan nilai 44,7

Rombongan turis Islamic Cruise MV Costa Victoria berloma-lomba foto bersama dan selfie di Masjid Raya Baiturrahman, Senin (27/11/2017). SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI Rombongan turis Islamic Cruise MV Costa Victoria berloma-lomba foto bersama dan selfie di Masjid Raya Baiturrahman, Senin (27/11/2017).
GMTI kini merupakan penyedia data berbasis wawasan terdepan yang membantu negara destinasi wisata, jasa perjalanan, dan investor untuk mengetahui perkembangan kesehatan dan pertumbuhan segmen wisata ini sekaligus membandingkan perkembangan masing-masing negara dalam menjangkau wisatawan Muslim.

Seluruh 130 destinasi di GMTI 2018 dinilai berdasarkan beberapa kriteria, dengan metrik pengukuran baru yang ditambahkan dalam penelitian tahun ini termasuk CrescentRating Growth-Innovation Model.

Metrik tersebut termasuk kriteria-kriteria seperti akses terhadap infrastruktur, bagaimana negara-negara tujuan wisata berkomunikasi dengan target pengunjungnya, serta lingkungan dan pelayanan. Setiap kriteria kemudian dihitung untuk menentukan keseluruhan skor indeks.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X