Gubernur NTT Berharap Ada Penerbangan Darwin-Dili-Kupang-Labuan Bajo

Kompas.com - 12/04/2018, 14:47 WIB
Turis asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURTuris asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mendorong pemerintah Australia dan Timor Leste, agar segera membuka penerbangan dari wilayah dua negara itu ke NTT.

Penegasan itu disampaikan Frans, dalam kegiatan The Senior Official Meeting of The Trilateral Economic Cooperation Indonesia-Timor Leste-Australia, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (12/4/2018).

Baca juga : Tiga Negara Bahas Kerja Sama Pariwisata di Labuan Bajo

Menurut Frans, konektivitas udara menjadi isu yang sangat penting, untuk mendukung pariwisata di NTT, sehingga akses penerbangan perlu dibuka.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya membuka kegiatan The Senior Official Meeting of The Trilateral Economic Cooperation Indonesia-Timor Leste-Australia, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (12/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Gubernur NTT Frans Lebu Raya membuka kegiatan The Senior Official Meeting of The Trilateral Economic Cooperation Indonesia-Timor Leste-Australia, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (12/4/2018).
"Saya minta dukungan dari Mr Jeremy (Delegasi Australia) dan Mr Joao (Delegasi Timor Leste), supaya kita sama-sama mendorong dibukanya penerbangan dari Darwin-Dili-Kupang-Labuan Bajo, maupun sebaliknya," kata Frans.

Baca juga : Selain Komodo, Ada 5 Destinasi Wisata di Sekitar Labuan Bajo

Frans meyakini, dengan dibukanya penerbangan antara tiga negara itu, maka akan sektor pariwisata di NTT berkembang pesat.

Selain itu, akan ada kunjungan yang sangat intens antara warga tiga negara tersebut, yang tentunya akan mempererat hubungan antara tiga negara bertetangga itu.

Pasola, tradisi perang-perangan dengan menunggang kuda sambil menyerang lawan dengan lembing di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. BARRY KUSUMA Pasola, tradisi perang-perangan dengan menunggang kuda sambil menyerang lawan dengan lembing di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.
"Kalau penerbangan Kupang ke Dili (Timor Leste) sudah mulai dibuka. Dan kita berharap hal ini segera berkembang dan bisa terealisasi, penerbangan dari Kupang-Dili-Darwin," ucapnya.

Baca juga : Menikmati Kopi Flores di Kafe La Bajo Labuan Bajo

Saat ini, lanjut Frans, maskapai penerbangan Sriwijaya, telah menjajaki untuk penerbangan Kupang ke Darwin, sehingga  memohon dukungan dari delegasi Australia untuk bisa mempermudah proses itu.

"Untuk pertama kalinya, saya mengusulkan secara cepat, adanya penebangan pesawar carter dari Darwin ke Kupang atau Darwin ke Labuan Bajo, seminggu dua kali atau seminggu bisa tiga kali," tuturnya.

Para wisatawan saat melihat matahari tebit di Puncak Danau Kelimutu, NTT.SANDRO GATRA/KOMPAS.com Para wisatawan saat melihat matahari tebit di Puncak Danau Kelimutu, NTT.
Usulan itu, menurut Frans, untuk memotivasi dan menyemangati penerbangan-penerbangan lain supaya mereka bisa lebih reguler melakukan penerbangan dari negeri Kanguru tersebut ke NTT.

Selain mendorong pembukaan penerbangan antara tiga negara, Gubernur NTT juga mengusulkan agar diberikan bebas visa untuk masuk ke Timor Leste dan Australia.

"Dengan begitu, kita akan lebih mudah berkomunikasi satu dengan lainnya, untuk bisa membangun kerja sama dengan baik secara produktif dan bermanfaat bagi tiga negara," kata Frans Lebu Raya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X