10 Museum dan Galeri Seni Baru yang Harus Anda Kunjungi di Eropa - Kompas.com

10 Museum dan Galeri Seni Baru yang Harus Anda Kunjungi di Eropa

Kompas.com - 12/04/2018, 19:37 WIB
BLOX gallery in Copenhagen, Denmark.Rasmus Hjortshøj BLOX gallery in Copenhagen, Denmark.

JAKARTA, KOMPAS.com - Museum dan galeri seni yang menawan jadi salah satu magnet wisata di dataran Eropa. Tahun ini, banyak museum dan galeri besar yang baru dibuka dan diluncurkan kembali dengan konsep baru, setelah lama ditunggu-tunggu wisatawan.

Dikutip dari The Guardian, berikut KompasTravel rangkum 10 destinasi museum dan galeri baru yang harus Anda coba saat berkunjung ke Eropa.

1. BLOX, Kopenhagen

Seperti namanya, galeri kekinian ini berbentuk blok-blok bangunan di pelabuhan Kopenhagen.

Kompleks blok elegan nan cantik ini dijadwalkan akan dibuka pada musim semi tahun 2018, berisikan ruang-ruang galeri lengkap dengan restoran dan ruang pertemuan.

Kompleks ini nantinya diperuntukan untuk acara-acara kebudayaan, dan menjadi pusat arsitektur Denmark. Tempat ini juga tahun ini akan menjadi tuan rumah pameran tentang pembangunan perkotaan, arsitektur dan desain.

2. Miró Mallorca Fundació, Palma

Miró Mallorca Fundació, PalmaAlamy Miró Mallorca Fundació, Palma
Galeri ini didedikasikan untuk kehidupan dan karya Joan Miró (artis Catalan yang menetap di Palma, 1956). Pada Juni 2018, yayasannya membuka kembali Taller Sert, studio yang dibangun oleh teman Miró Josep Lluís Sert. Dia adalah seniman yang menciptakan karya-karya besar hingga meninggal pada tahun 1983. Karya unggulannya ialah Femme et oiseau, 1962 dan Femme dans la rue, 1973.

Studio ini adalah salah satu bangunan simbol Mallorca dan telah dilestarikan sebagaimana para seniman memperlakukannya.

3. Atelier des Lumières, Paris

Atelier des Lumières, ParisCulturespaces / Nuit de Chine Atelier des Lumières, Paris

Paris memang kebanjiran museum seni tradisional, tapi Atelier des Lumières merupakan digital art centre pertama di sana.

Galeri ini menyajikan karya seni klasik yang dikemas modern dengan 120 proyektor untuk menciptakan pameran imersif, menerangi dinding hingga 10 meter dengan mahakarya bersejarah. Galeri ini dibuka pada 13 April, diluncurkan dengan pameran Gustav Klimt dan eksplorasi dari Vienna Secession.

4. Street Art Today’s Lasloods Street Art Museum, Amsterdam

Street Art Today?s Lasloods street art museum, AmsterdamAlamy Street Art Today?s Lasloods street art museum, Amsterdam

Museum ini akan jadi salah satu museum seni street art terbesar di dunia. Museum Street Art Lasloods berlokasi di dermaga NDSM dan bekas hanggar dengan luas 7.000 meter persegi.

Arsitektur luarnya menggambarkan potret Anne Frank setinggi 24 meter, dilukis oleh seniman Brasil Eduardo Kobra.

5. Museum of Fine Arts (Mu?a), Valletta, Malta

Museum of Fine Arts (Mu?a), Valletta, Malta.Alamy Museum of Fine Arts (Mu?a), Valletta, Malta.

Museum baru Malta ini digembar-gemborkan akan dibuka bulan Juni ini, proyek unggulan Valletta sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa 2018.

Mu?a berada di dalam bangunan bersejarah Auberge d'Italie di pusat kota, tempat Museum Malta pertama didirikan pada tahun 1924.

Museum baru ini akan menggabungkan koleksi museum seni rupa lama, termasuk susunan peta, serta karya-karya pemahat Maltese Melchiorre Gafà (1636–1667) dan Antonio Sciortino (1879–1947).

6. The National Museum of Sweden, Stockholm

The National Museum of Sweden, Stockholm.Stockholm’s National Museum of Sweden The National Museum of Sweden, Stockholm.

Setelah ditutup lima tahun yang lalu, kini Museum Nasional Swedia direncanakan kembali dibuka pada 13 Oktober 2018.

Pasca renovasi, museum ini tampil dengan lebih modern dan memperluas ruang pamera. Koleksi museumnya sangat beragam termasuk perhiasan (dari 1650 hingga 1980), tablewares, pakaian dan kostum, serta lukisan Swedia abad ke-19 oleh Eva Bonnier, Hanna Pauli, dan Anders Zorn.

7. Museum of Contemporary Art Belgrade, Serbia

 Museum of Contemporary Art Belgrade, Serbia.PR Company Handout Museum of Contemporary Art Belgrade, Serbia.

Tempat ini ditutup untuk renovasi dari tahun 2007 hingga 2017, tetapi pada akhir Oktober 2017 Museum Seni Kontemporer Belgrade dibuka kembali untuk umum.

Gedung yang dibangun pada tahun 1965 memiliki fasad geometrik yang mencolok dan berisi koleksi seni Yugoslavia terbesar di dunia. Koleksi seni ini menampilkan karya Peter Dobrovi dan Milan Konjovi.

8. Museum of Fine Arts, Budapest

Museum of Fine Arts, Budapest.Museum of Fine Arts, Budapest Museum of Fine Arts, Budapest.

Pada bulan November 2018, museum besar ini akan dibuka kembali dibuka setelah renovasi selama tiga tahun. Renovasi tersebut termasuk mendekor Balai Romanesque, sayap yang telah ditutup untuk umum selama 70 tahun karena kerusakan bom Perang Dunia II.

Koleksi permanen di sini termasuk pilihan lukisan maestro klasik, barang antik klasik, dan sekitar 4.000 karya seni Mesir.

9. Gilyarovsky Center, Moscow

Galeri Gilyarovsky Center, Moscow.Ilya Magdiev Galeri Gilyarovsky Center, Moscow.

Museum ini mengambil nama dari wartawan Vladimir Gilyarovsky, seorang penulis sejarah kehidupan di Moskow pra dan pasca revolusi. Ruang pameran baru ini dibuka pada bulan Desember 2017 dan menjadi tuan rumah pertunjukan, festival dan berbagai acara.

Museum ini merupakan cabang dari Museum Moskow, yang berada di jalan yang terkenal dengan toko-toko fashion kelas atas.

10. LUMA Arles, Provence

Construction work taking place on the Frank Gehry-designed tower at Luma Arles.Alamy Construction work taking place on the Frank Gehry-designed tower at Luma Arles.

Pusat seni ini memiliki bangunan yang cukup mencolok, yakni dari bekas depot rel kereta. Kini tempat ini dibuka sebagai lokasi pameran seni kontemporer.

Meski telah dibuka tahun ini, masih ada pekerjaan renovasi yang harus diselesaikan hingga 2019, yaitu menara mencolok setinggi 56 meter yang dirancang oleh Frank Gehry.


Komentar

Close Ads X