Konser Mariah Carey, Strategi Agar Candi Borobudur Mendunia - Kompas.com

Konser Mariah Carey, Strategi Agar Candi Borobudur Mendunia

Kompas.com - 15/04/2018, 12:30 WIB
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah difoto tingkatan stupa ke dua, saat dipenuhi wisatawan di musim liburan sekolah, Sabtu (10/3/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah difoto tingkatan stupa ke dua, saat dipenuhi wisatawan di musim liburan sekolah, Sabtu (10/3/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Konser Mariah Carey di Candi Borobudur, 6 November 2018, menjadi momentum untuk menggaungkan cagar budaya itu di mata dunia. Konser bertajuk "Borobudur Symphony 2018" itu merupakan pagelaran yang memadukan kemegahan mahakarya candi Borobudur dengan mahakarya musisi internasional.

"Kami harapkan konser ini akan menjadi destinasi alternatif baru dalam upaya memajukan pariwisata Indonesia, khususnya memperkenalkan Candi Borobudur di mata dunia," tutur Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Edy Setijono, Sabtu (14/4/2018).

Perhelatan yang akan digelar di Taman Lumbini, Zona 2, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur itu juga menjadi salah satu strategi meningkatkan pariwisata di wilayah Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang).

"Di sisi lain ini menjadi warming up untuk destinasi kelas dunia, lokomotif untuk kegiatan wisata di wilayah Joglosemar. Sekaligus sambil menunggu Bandara Internasional di Kulonprogo jadi," imbuhya.

Baca juga : Menpar: Candi Borobudur Layak Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Edy menyebut setidaknya ada dua negara yakni Korea dan India yang menjadi sasaran utama dalam promisi konser Mariah Carey. Jumlah turis dari dua negara tersebut merupakan terbesar dibanding negara-negara lain.

"Ya, konser ini jadi salah satu strategi untuk mendatangan wisman (wisatawan mancanegara) ke Candi Borobudur dan sekitarnya, sehingga target kunjungan 2 juta pada 2019 bisa tercapai," tandasnya.

Menurutnya, konser diva pop peraih 5 Grammy Awards itu adalah persembahan PT TWC Borobudur untuk mengapresiasi karya monumental nenek bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus, katanya, sepantasnya menampilkan karya yang berkualitas pula.

"Mariah Carey dipilih karena diva internasional yang memiliki kualitas suara, terbukti berhasil memenangkan banyak penghargaan bergensi, seperti Grammy Awards, Wolrd Music Awards, American Music Awards, dan Billboard Music Awards," paparnya.

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah difoto tingkatan stupa ke dua, saat dipenuhi wisatawan di musim liburan sekolah, Sabtu (10/3/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah difoto tingkatan stupa ke dua, saat dipenuhi wisatawan di musim liburan sekolah, Sabtu (10/3/2018).

Project Director Borobudur Symphony 2018, Palwoto, menambahkan konser pelantun "Hero" itu menyandingkan seorang diva dengan cagar budaya yang sudah diakui UNESCO. Tidak berlebihan jika pertunjukan ini menjadi jalan diplomasi budaya Borobudur di level internasional.

"Ini menjadi salah satu upaya, bagaimana candi Borobudur menjadi diplomasi budaya ke dunia. Banyak orang asing yang belum tahu Borobudur itu di mana, konser ini bisa jadi nation branding Borobudur di mata dunia," jelas Palwoto.

Anas Syahrul Alimi, Event Consultant Rajawali Indonesia Communication, tiket konser Mariah Carey di Candi Borobudur dibagi menjadi lima kelas yakni Super VVIP (duduk) dengan harga tiket on call.

Lalu kelas Diamond (duduk) dibanderol harga Rp 7.000.000, kelas Platinum (duduk) Rp 3.500.000, Gold Rp 2.000.000 dan Festival (berdiri) Rp 1.000.000.

Anas mengklaim harga tiket ini termurah dari tiket konser Mariah Carey di seluruh dunia. Pihaknya pun optimistis akan mampu menarik wisman dari berbagai negara.

"Tiket kami paling murah untuk konser Mariah Carey di seluruh dunia. Tujuannya agar terjangkau dan mudah-mudahan penggemar dari negara-negara tetangga bisa ditarik ke sini," pungkansya.


Komentar

Close Ads X