Puluhan Yacht Dijadwalkan Merapat di Sabang Marine Festival 2018 - Kompas.com

Puluhan Yacht Dijadwalkan Merapat di Sabang Marine Festival 2018

Kompas.com - 16/04/2018, 16:29 WIB
Selain Yacht, KRI Bima Suci pun turut meramaikan even Sail Sabang 2017. Warga bisa dengan bebas melihat KRI Bima Suci dari dekat.Daspriani Y Zamzami Selain Yacht, KRI Bima Suci pun turut meramaikan even Sail Sabang 2017. Warga bisa dengan bebas melihat KRI Bima Suci dari dekat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk menggeliatkan kembali pariwisata maritim Sabang, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Sabang akan menggelar Sabang Marine Festival (SMF) 2018. Puluhan kapal besar yahct, cruise dan lainnya dijadwalkan akan merapat dengan membawa puluhan ribu wisatawannya.

Acara yang turut dipromosikan Kementerian Pariwisata tersebut akan diselenggarakan pada 26-30 April 2018. Ajang SMF tahun keempat ini bertemakan “Sabang-Golden Marine Tourism Triangle”.

Kepala BPKS, Sayid Fadhil saat konferensi pers di Kementerian Pariwisata, Senin (16/4/2018), mengatakan agenda tahunan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempromosikan wisata bahari Indonesia. Khususnya potensi wisata di kawasan Sabang, meliputi Kota Sabang dan Aceh.

Sampai konferensi pers berlangsung, ada 22 kapal yacht yang telah memberikan konfirmasi kehadiran untuk mengikuti SMF 2018. Sayid memperkirakan jumlah ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, bahkan sudah terlihat beberapa yacht yang telah singgah.

“Tahun ini menariknya SMF berbarengan dengan acara budaya sabang yang merupakan event budaya tahunan, Kenduri Laut,” pungkasnya.

Kenduri Laut merupakan acara tahunan masyarakat Aceh yang mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut. Tiap tahun saat Kenduri Laut, masyarakat melaksanakan syukuran pentas budaya, sedekah untuk kaum dhuafa se-Sabang, aneka lomba, hingga acara keagamaan.

Menurutnya SMF sangat singkron dengan acara kebudayaan Kenduri Laut, karena bisa jadi atraksi wisata budaya saat ribuan turis tersebut menepi di Sabang.

SMF akan dibuka pada 26 April 2018 berpusat di Pelabuhan CT-1 Teluk Sabang, Kota Sabang. Selama satu minggu akan diadakan berbagai acara, mulai dari penampilan seni budaya Aceh, permainan tradisioal bagi para wisatawan, paramotor show, parade yacht, Kenduri Laut, city tour Sabang dan Banda Aceh, hingga fun bike.

Di luar itu pun wisatawan yang datang dibebaskan untuk berwisata. Misal diving di 22 titik penyelaman unggulan Sabang, hingga mengunjungi berbagai destinasi wisata lainnya di kawasan Sabang.

Dalam rangkaian tersebut, BPKS juga telah mempersiapkan prasarana bagi wisatawan yacht yang berkunjung ke Sabang, berupa yacht club yang diberi nama Sabang Marina Club.

“BPKS juga telah mempersiapkan tempat yang akan diresmikan yaitu Sabang Marina Club yg dipusatkan di CT 1 dan memiliki akses yang baik serta fasilitas yang baik berupa WIFI, TV Cable dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Sayid Fadhil.

Untuk pelayanan proses checking/registrasi, BPKS telah menyiapkan Kantor Layanan Satu Pintu khusus, melibatkan Karantina Pelabuhan, Imigrasi, Bea dan Cukai serta Administrator Pelabuhan atau yang lebih dikenal dengan TIM QICP. Tim tersebut bertugas melakukan pelayanan checking kapal di Sabang secepat mungkin, bahkan kini jadi yang tercepat se-Indonesia.

Kenaikan jumlah yacht

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan rangkaian acara SMF dari tahun ke tahun juga Sail Sabang telah membuahkan hasil. Terlihat dari peningkatan yacht yang bertambah setiap tahunnya dalam acara tersebut.

“Upaya tersebut telah membuahkan hasil yang positif dalam rangka mempromosikan Sabang ke dunia internasional. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui jalur laut seperti menggunakan cruise ship dan yacht,” kata Indroyono Soesilo.

Dari data Kementerian Pariwisata yang didapat KompasTravel, mulai tahun 2015, ada 17 yacht yang bersandar saat gelaran acara SMF. Kemudian ada 20 yacht di 2016, naik jadi 23 yacht di 2017, dan kini diperkirakan akan melebihi itu.

Yacht tersebut berasal dari berbagai belahan dunia seperti Selandia Baru, Jepang, Belanda Australia, Filipina, AS, Denmark, Inggris, Spanyol, dan lainnya.

Indroyono Soesilo mengatakan ajang SMF ini merupakan ajang promosi pada yachter yang datang dari berbagai negara, untuk kembali di tahun dan bulan-bulan berikutnya dengan membawa lebih banyak wisatawan.

Promosi acara ini juga terus dilakukan ke Langkawi dan Pangkor, Malaysia, bersama tim dari Kementerian Pariwisata pada 3-8 April lalu. Roadshow dilakukan untuk mempromosikan event SMF 2018 juga memperkenalkan keindahan wisata bahari kawasan Sabang kepada para pelayar di Langkawi dan Pangkor Malaysia.



Close Ads X